LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BALAI PELATIHAN KERJA DI KLATEN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ORGANIK

HASTOMO, NIKOLAS YUDI (2016) LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BALAI PELATIHAN KERJA DI KLATEN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ORGANIK. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TA13203.pdf

Download (1027Kb)
[img] Text (Bab I)
1TA13203.pdf

Download (265Kb)
[img] Text (Bab II)
2TA13203.pdf

Download (199Kb)
[img] Text (Bab III)
3TA13203.pdf

Download (1291Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TA13203.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1051Kb)
[img] Text (Bab V)
5TA13203.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4Mb)
[img] Text (Bab VI)
6TA13203.pdf

Download (2201Kb)

Abstract

Balai Latihan Kerja adalah lembaga dengan sarana dan prasarana yang digunakan sebagai tempat berlatih dan menambah ketrampilan untuk mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja. Secara umum, keberadaan Balai Latihan Kerja adalah membuka beberapa bidang kejuruan, seperti Kejuruan Teknik Sepeda Motor, Kejuruan Teknisi Komputer, Kejuruan Operator Komputer, Kejuruan Tata Busana, Kejuruan Teknik Pendingin, Kejuruan Tata Graha, Kejuruan Tata Boga dan lain sebagainya. Bahkan keberadaan BLK juga bisa memfasilitasi untuk keahlian dalam bidang bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Korea, dan lain sebagainya. Untuk mendukung fungsi dari balai latihan kerja tersebut, perlu diwujudkan dengan penciptaan suasana yang terlihat muda, menarik, unik, mengandung keceriaan serta menghilangkan kejenuhan saat bekerja. Sebuah bangunan balai latihan kerja harus mampu menjadi wadah atau sarana bagi para peserta pelatihan dalam mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan serta penggalian potensi yang ada dalam diri masing-masing peserta. Suasana yang terkesan muda, energik, dan menarik merupakan langkah awal dalam merangsang semangat para peserta. Unik, mencerminkan karakter dari para peserta pelatihan yang diutamakan para siswa SMA/SMK yang sudah lulus atau tidak lanjut sekolah. Keceriaan, bermaksud agar para peserta tidak mengalami kejenuhan saat pelatihan maupun saat proses produksi di lapangan. Arsitektur organik sebagai salah satu aliran arsitektur diartikan sebagai suatu karya arsitektur yang mempelajari perencanaan dan perancangan dengan mengambil sumber dari alam yang berupa mahluk hidup atau yang berhubungan dengan mahluk hidup, sebagai pokok dari bentuk dan fungsi bangunan. Arsitektur organik memadukan antara ruang dan bentuk. Ruang menjadi pusat pemikiran. Arsitektur organik secara konseptual menggabungkan konsep tempat tinggal manusia dengan lingkungan alam. Dari segi bentuk, arsitektur organik menekankan pada keindahan dan harmoni pada bentuk bebas yang mengalir dengan bentuk-bentuk ekspresif yang berpengaruh pada psikologi manusia (Pearson, 2009). Karakter dari arsitektur organik akan sangat menunjang dalam menciptakan suasana muda, menarik, unik, dan ceria. Bangunan arsitektur organik akan menonjolkan integritas, kebebasan, persaudaraan, harmoni, keindahan, kegembiraan, dan cinta sehingga akan lebih mudah mengekspresikan suasana yang dimunculkan. Pemberian elemen industrial pada desain balai latihan kerja tersebut bermaksud agar bangunan dapat lebih menonjolkan karakternya

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: balai latihan kerja, kejuruan, arsitektur organik, karakter, elemen industrial
Subjects: Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 08 Apr 2016 09:31
Last Modified: 08 Apr 2016 09:31
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9036

Actions (login required)

View Item View Item