KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG LIAR DI KEBUN BINATANG RAGUNAN JAKARTA

RARASWATI, ASIH (2001) KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG LIAR DI KEBUN BINATANG RAGUNAN JAKARTA. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0BL00298.pdf

Download (129Kb)
[img] Text (Bab I)
1BL00298.pdf

Download (64Kb)
[img] Text (Bab II)
2BL00298.pdf

Download (135Kb)
[img] Text (Bab III)
3BL00298.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1133Kb)
[img] Text (Bab IV)
4BL00298.pdf
Restricted to Registered users only

Download (155Kb)
[img] Text (Bab V)
5BL00298.pdf

Download (971Kb)

Abstract

Kepentingan konservasi suatu kawasan sangat ditentukan oleh keanekaragaman jenis kawasan tersebut sehingga pemantauan yang berkesinambungan terhadap keanekaragaman dan populasi burung liar di kawasan Kebun Binatang Ragunan Jakarta sangat diperlukan untuk menilai tingkat kepentingan konservasi kawasan tersebut bagi burung liar. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan, yaitu mulai tanggal 4 Januari 2001 sampai tanggal3 Februari 2001 di Kebun Binatang Ragunan Jakarta. Data yang diperoleh diolah dengan Microsoft Excel. Analisis data dilakukan untuk menghitung keanekaragaman kawasan dengan menggunakan Indeks Keane aragaman Simpson, dominasi relatif jenis dan kemerataan (evenness). Hasil penelitian mengungkapkan : (1) Kebun Binatang Ragunan Jakarta mempunyai keanekaragaman yang tinggi(2) Jenis burung yang mendominasi secara keseluruhan adalah Tekukur (23,39%), Cerukcuk (11,86%), Prenjak Sayap Garis (10,83%), Bondol Dada Sisik (4,60%), dan Bondol Jawa (4,39%), sedangkan yang mendominasi Lokasi I adalah Tekukur 27,55%, Cerukcuk 11,38%, Prenjak Sayap Garis 10,30%, Kutilang 5,39%, Kepodang 4,91%, Lokasi II adalah Tekukur 20,66%, Cerukcuk 11,07%, Prenjak Sayap Garis 9,92%, Bondol Dada Sisik 9,42%, Burung Cabe 5,45%, dan Lokasi III adahih Tekukur 18.92%, Cerukcuk 14,00%, Prenjak Sayap Garis 14,00%, Bondol Jawa 10,32%, Bondol Maluku 10,07%; (3) Lokasi II mempunyai kemerataan (evenness) maksimum sebesar 0,9416, diikuti Lokasi III sebesar 0,9287, dan kemerataan (evenness) minimum pada Lokasi I sebesar0,9109. Hal ini menunjukkan Lokasi II memiliki penyebaran burung yang paling baik dibandingkan dengan lokasi lain.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 19 May 2016 09:39
Last Modified: 19 May 2016 09:39
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9403

Actions (login required)

View Item View Item