PERBANYAKAN TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.) KLON ADIRA-4 DENGAN TEKNIK KULTUR IN VITRO

WARDHANI, NI MADE DIAH KESUMA (1999) PERBANYAKAN TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.) KLON ADIRA-4 DENGAN TEKNIK KULTUR IN VITRO. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0BL00322.pdf

Download (258Kb)
[img] Text (Bab I)
1BL00322.pdf

Download (93Kb)
[img] Text (Bab II)
2BL00322.pdf

Download (393Kb)
[img] Text (Bab III)
3BL00322.pdf
Restricted to Registered users only

Download (167Kb)
[img] Text (Bab IV)
4BL00322.pdf

Download (2892Kb)
[img] Text (Bab V)
5BL00322.pdf

Download (761Kb)

Abstract

Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.) sebagai salah satu bahan pangan penting sumber karbohidrat memiliki potensi penting untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk optimasi pengaruh zat pengatur tumbuh terhadap penggandaan tunas aksiler dan embriogenesis pada kultur in vitro ubi kayu klon Adira-4. Penelitian ini terdiri atas percobaan penggandaan tunas aksiler dan pembentukan tunas adventiĀ£ Tanaman ubi kayu klon Adira-4 yang diperoleh dari "Instalasi Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan", Cimanggu digunakan sebagai sumber eksplan. Potongan batang ubi kayu yang mengandung tunas aksiler dikulturkan dalam medium MS dengan penambahan 1.0, 2.0 dan 5.0 mg/1 BAP untuk inisiasi dan penggandaan, tunas aksiler. Tunas kemudian dipindahkan ke medium MS dengan penambahan ffiA 1.0 mg/l untuk pembentukan akar. Planlet yang dihasilkan dipindahkan ke medium tanah untuk proses aklimatisasi sebelum siap dipindahkan ke lapangan. Pembentukan kalus dilakukan dengan mengkulturkan potongan daun muda ubi kayu dalam medium MS dengan penambahan 2.0, 4.0 dan 6.0 mgll 2,4 D; 5.0, 10.0, dan 15.0 mg/1 pikloram. K,alus dari masing-masing perlakuan kemudian dipindahkan ke medium regenerasi kalus dengan penambahan 1.0,5.0 dan 10.0 mgll kinetin. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penggandaan tunas aksiler terbaik diperoleh dari medium MS yang mengandung 2.0 mg/1 BAP, dengan rata-rata jumlah tunas 4.15 setelah dikulturkan selama sepuluh minggu. Planlet dari masing-masing perlakuan yang mampu bertahan sampai akhir proses aklimatisasi cukup tinggi, yaitu berkisar antara 70 %-80 % dengan kenampakan normal, sedangkan planlet yang berasal dari medium kontrol dapat bertahan hidup hingga 90 %. Percobaan pembentukan tunas anventif atau embrio somatik ternyata gagal dilakukan. Kalus hanya berhasil berdiferensiasi membentuk akar setelah dipindahkan ke dalam medium yang mengandung kinetin. Kalus yang berasal dari medium inisasi dengan penambahan pikloram tidak menunjukkan respon . Kalus hanya berkembang dan bertambah dalam ukuran saja ketika dipindahkan ke dalam medium MS dengan penambahan kinetin.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Industri
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 23 May 2016 10:21
Last Modified: 23 May 2016 10:21
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9423

Actions (login required)

View Item View Item