PERTUMBUHAN ISOLAT Aspergillus niger PADA MEDIA YANG MENGANDUNG EKSTRAK TEH

Sulistiawati, Chenchen (2000) PERTUMBUHAN ISOLAT Aspergillus niger PADA MEDIA YANG MENGANDUNG EKSTRAK TEH. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0BL00332.pdf

Download (182Kb)
[img] Text (Bab I)
1BL00332.pdf

Download (67Kb)
[img] Text (Bab IIbab )
2BL00332.pdf

Download (171Kb)
[img] Text (Bab III)
3BL00332.pdf
Restricted to Registered users only

Download (146Kb)
[img] Text (Bab IV)
4BL00332.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1200Kb)
[img] Text (Bab V)
5BL00332.pdf

Download (226Kb)

Abstract

Teh merupakan salah satu jenis minuman yang sangat populer di kalangan masyarakat luas, dimana minwnan teh berasal dari daun teh yang telah diolah melalui proses pengeringan serta dikemas dalarn pembungkus baik dengan bahan kertas maupun plastik. Bahan minuman teh ini banyak dikeijakan oleh petani biasa dengan pengetahuan kebersihan yang minimum, sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi pencemaran jamur dalam teh. Pen litian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan biomassa Aspergillus niger hasil isolasi pada media yang mengandung ekstrak teh. Pengukuran pertumbuhan biomassa A pergillus niger dilakukan pada media glukosa amonium nitrat ditambah air rendaman jagung, dimana pertumbuhan biomassa dapat diketahui dengan mengukur berat kering miselia yang diinkubasikan selama16 hari, pada temperatur 30°C. Dalam pengukuran pertumbuhan juga diukur pH dan gula reduksi dalam medium serta pengujian kemungkinan terbentuknya mikotoksin (aflatoksin) yang dihasilkan oleh Aspergillus niger tersebut dengan menggunakan kromatografi lapis tipis. Hasil yang diperoleh dari pertumbuhan biomassa Aspergillus niger didapatkan pertumbuhan biomassa tertinggi teijadi pada waktu inkubasi hari ke-14 yaitu sebesar 1,58 g, dan penurunan biomassa Aspergillus niger mulai teijadi pada waktu inkubasi hari ke-15. pH rata-rata yang diperoleh selama waktu inkubasi dari hari ke-0 sampai hari ke-16 sebesar 6,3. Fase lag atau adaptasi teijadi pada hari ke-0 hingga ke-2, fase Iogaritmik teijadi pada hari ke-2 hingga hari ke-10, fase stasioner mulai tetjadi pada hari ke-13 hingga ke-14, sedangkan fase kematian dipercepat terjadi mulai pada hari ke-14 hingga ke-16. Hasil pengukuran kandungan atlatoksin dengan menggunakan kromatografi lapis tipis didapatkan bahwa Aspergilus niger tidak mengandung aflatoksin B 1 •

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Industri
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 24 May 2016 09:36
Last Modified: 24 May 2016 09:36
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9438

Actions (login required)

View Item View Item