VERIFIKASI PEMBERITAAN MEDIA ONLINE (Studi Kasus Proses Penerapan Pedoman Pemberitaan Media Siber Pemberitaan Florence Sihombing di Detik.com dan Kompas.com Periode Agustus – September 2014)

ERMANDO DRAJAD, ALEXANDER APRITA (2015) VERIFIKASI PEMBERITAAN MEDIA ONLINE (Studi Kasus Proses Penerapan Pedoman Pemberitaan Media Siber Pemberitaan Florence Sihombing di Detik.com dan Kompas.com Periode Agustus – September 2014). .

[img] Text
JURNALKOM03981.pdf

Download (935Kb)

Abstract

Pedoman Pemberitaan Media Siber merupakan aturan yang dibuat oleh Dewan Pers bersama berbagai media online di Indonesia. Pedoman ini disahkan pada 3 Februari 2012. Poin penting dari pedoman ini adalah Verifikasi dan Keberimbangan Berita, di mana media bisa menunda proses verifikasi jika peristiwa yang diliput penting bagi publik, sumber berita pertama sudah cukup kredibel dan kompeten, dan subyek berita belum bersedia diwawancara dan/atau belum diketahui keberadaannya. Media online yang diteliti adalah Kompas.com dan Detik.com dengan pemberitaan mengenai Florence Sihombing. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dalam melihat bagaimana proses penerapan verifikasi yang dilakukan oleh Kompas.com dan Detik.com dalam pemberitaan Florence Sihombing. Penelitian ini turut membandingkan kedua media online dalam melakukan verifikasi, termasuk teknik-teknik yang dilakukan agar proses verifikasi yang dilakukan sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap pihak Kompas.com dan Detik.com melalui surat elektronik. Peneliti juga mengumpulkan artikel-artikel berita mengenai Florence Sihombing dari kedua situs berita tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa baik Kompas.com dan Detik.com mengikuti tahapan proses penerapan verifikasi yang telah diatur dalam Pedoman Pemberitaan Media Siber. Pertimbangannya pun sama, terletak pada nilai berita, sumber berita, serta validitas informasi yang didapat. Namun dalam perkembangan pemberitaannya, keduanya memiliki strategi sendiri. Secara kode etik jurnalistik memang tidak melanggar, namun strategi tersebut dilakukan atas dasar bisnis. Seperti sumber berita yang kredibel dan kompeten namun tidak relevan dengan peristiwa. Jumlah artikel dalam pemberitaan juga menentukan seberapa besar keuntungan yang didapat. Pada bisnis media berita online, keuntungan didapat berdasarkan jumlah pengakses dalam satu halaman artikel berita. Dengan demikian, semakin banyak artikel dalam satu pemberitaan, keuntungan yang didapat semakin besar.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Verifikasi, Pedoman Pemberitaan Media Siber, Florence Sihombing
Subjects: Komunikasi > Jurnalisme
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 25 May 2016 09:18
Last Modified: 25 May 2016 09:18
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9460

Actions (login required)

View Item View Item