ANALISIS PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA BABALAN, KECAMATAN GABUS, KABUPATEN PATI, PROVINSI JAWA TENGAH

LYLYANTO, ANGGUN (2012) ANALISIS PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA BABALAN, KECAMATAN GABUS, KABUPATEN PATI, PROVINSI JAWA TENGAH. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS13065.pdf

Download (890Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS13065.pdf

Download (141Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS13065.pdf
Restricted to Registered users only

Download (264Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS13065.pdf
Restricted to Registered users only

Download (395Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS13065.pdf
Restricted to Registered users only

Download (691Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS13065.pdf

Download (2476Kb)

Abstract

Desa Babalan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah yang mengalami krisis air dimusim kemarau maupun musim hujan karena air sumur menjadi asin atau payau oleh intrusi air laut. Warga harus membeli air bersih dengan biaya cukup besar. Dari permasalahan tersebut dilakukan perancangan sistem penampungan air hujan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Babalan dengan biaya yang lebih murah. Data primer terdiri dari luas atap dan jarak antar 40 rumah diukur langsung di lapangan dan data sekunder berupa data jumlah penduduk dari kelurahan Babalan sedangkan data hujan stasiun Pati diperoleh dari Departemen Pekerjaan Umum Pemilihan bak dilakukan dengan jangka waktu 10 tahun kedepan berdasar biaya penggunaan bak tampungan air hujan komunal dengan biaya pembelian air bersih dari PDAM. Perhitungan dilakukan dengan membagi 40 rumah dalam 10 kelompok dengan bak komunal tiap kelompoknya. Dari pengolahan data hujan dengan analisis distribusi peluang, berdasar parameter statistik yang sesuai digunakan Log Pearson tipe III, diperoleh curah hujan max periode ulang 1,1 tahun sebesar 144,9 mm/bulan. Untuk kebutuhan 30 lt/orang/hari selama satu tahun diperlukan luas atap 51,6 m2/orang. Hasil hitungan biaya bak komunal untuk air hujan menunjukkan bahwa pembuatan bak air hujan komunal pada 36 rumah lebih murah daripada bak individu sedangkan pada empat rumah sisanya sebaliknya. Pada perbandingan biaya pembuatan bak komunal dari fero semen, bak komunal air hujan lebih mahal karena menampung kebutuhan air 30 lt/orang/hari dari pada pembelian air bersih dari PDAM yang saat ini hanya mennyediakan 6,09 lt/orang/hari. Untuk itu sebaiknya air dari PDAM digunakan sebagai air minum dan air dari bak penampungan digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga selain air minum.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Data hujan, PAH komunal, PAH individu, kebutuhan air, konstruksi PAH
Subjects: Sipil > Hidro
Sipil > Hidro
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 26 Apr 2013 13:23
Last Modified: 03 May 2013 13:35
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/948

Actions (login required)

View Item View Item