PERILAKU ORANGUTAN (Pongo pygmaeus pygmaeus HOPPIUS) RESABILITAN DALAM MEMBUAT SARANG DI RUTAN LINDUNG SUNGAI WAIN KALIMANTAN TIMUR

ELA, PAULINA LAURENSIA (2000) PERILAKU ORANGUTAN (Pongo pygmaeus pygmaeus HOPPIUS) RESABILITAN DALAM MEMBUAT SARANG DI RUTAN LINDUNG SUNGAI WAIN KALIMANTAN TIMUR. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0BL00365.pdf

Download (186Kb)
[img] Text (Bab I)
1BL00365.pdf

Download (73Kb)
[img] Text (Bab II)
2BL00365.pdf

Download (322Kb)
[img] Text (Bab III)
3BL00365.pdf
Restricted to Registered users only

Download (188Kb)
[img] Text (Bab IV)
4BL00365.pdf
Restricted to Registered users only

Download (192Kb)
[img] Text (Bab V)
5BL00365.pdf

Download (447Kb)

Abstract

Sebagian hidup orangutan dihabiskan diatas pohon, baik itu dalam hal mencari makan, beristirahat maupun berlindung. Orangutan rehabilitan muda yang sejak kecil atau yang bersama dengan induknya dalam waktu yang tidak lama,memiliki kemampuan yang sangat kurang untuk membuat sarang yang memiliki fungsi yang komplek (aman dari predator, nyaman,dan higienis). Berkaitan dengan usaha reintroduksi orangutan, maka perlu dilakukan penelitian mengenai perilaku orangutan rehabilitan dalam membuat sarang. Pengamatan perilaku orangutan rehabilitan dalam membuat sarang dilakukan di Hutan Lindung Sungai Wain. Pengambilan data meliputi: jenis pohon, tinggi pohon, diameter pohon, tinggi sarang, diameter sarang, posisi sarang di pohon, waktu pembuatan sarang,dan teknik pembuatan sarang. Tinggi pohon sarang berkisar antara 11-40 meter sd=6,77; n=147). Diameter pohon berkisar antara 16-80 em (sd=11,79; n=147), tinggi sarang berkisar antara 11-40 meter (sd=6,57; n=147), dan diameter sarang berkisar antara 25-100 em (sd=24,79; n=147). Tipe sarang yang banyak dijumpai adalah tipe G. Ada 28 jenis pohon sarang yang ditemukan di tiga tipe habitat, dan jenis yang paling dominan adalah Dipterocarpus confertus. Sarang paling banyak dijumpai di dataran rendah, karena sedang memulai musim buah. Orangutan akan membuat sarang tidak jauh dari pohon pakan yang terakhir dikunjunginya. Sarang harian dibuat sekitar jam 17.30, dan lama pembuatan berkisar antara 5-15 menit. Pembuatan sarang diawali dengan memilih lokasi yang cocok (di ujung pohon, tengah pohon, ujung dahan dan di tengah dahan). Dahan yang dipikih dipatahkan atau dibengkokkan,kemudian diletakkan tumpang tindih dan ditutupi dengan ranting –ranting kecil

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 14 Jun 2016 09:56
Last Modified: 14 Jun 2016 09:56
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9700

Actions (login required)

View Item View Item