PENGARUH EKSTRAK BUAH TERONG SUSU (Solanum mammosum L.) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L.) GALUR Sprague-Dawley

NUGRAHANING WIDHI, ANNA SARI (2001) PENGARUH EKSTRAK BUAH TERONG SUSU (Solanum mammosum L.) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L.) GALUR Sprague-Dawley. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0BL00452.pdf

Download (1141Kb)
[img] Text (Bab I)
1BL00452.pdf

Download (186Kb)
[img] Text (Bab II)
2BL00452.pdf

Download (1612Kb)
[img] Text (Bab III)
3BL00452.pdf
Restricted to Registered users only

Download (441Kb)
[img] Text (Bab IV)
4BL00452.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2349Kb)
[img] Text (Bab V)
5BL00452.pdf

Download (615Kb)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak buah terong susu (Solanum mammosum, L) per oral terhadap kualitas spermatozoa yang meliputi morlologi, motilitas dan kecepatan gerak maju spennatozoa pada tikus putih (Rattus norvegicus L.) galur Sprague-Dawley jantan dewasa. Ekstrak buah terong susu (Solanum mammosum L.) ini diduga berfungsi -sebagai zat yang bersifat estrogenik dan menimbulkan penghambatan terhadap sekresi Luteinizing hormone (LH} karena adanya umpan batik negatif, sehingga menyebabkan terganggunya proses spermatogenesis. Ekstrak buah terong susu (Solanum mammosum L) diberikan selama 34 hari secara berturut-turut. Tikus putih jantan galur Sprague-Dawley berusia 2 bulan sebanyak 27 ekor (12 ekor untuk uji pendahuluan dan 15 ekor untuk uji sebenarnya). Pada uji sebenarnya 15 ekor hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol tanpa perlakuan (Kl) dan kontrol dengan pemberian larutan pengemulsi yaitu CMC 0,5% (K2) serta 3 kelompok eksperimen dengan variasi dosis 0,5 gr/kg bb/hari (PI); 1 gr/kg bblhari (P2); dan 1,5 gr/kg bb/hari (P3). Pada akhir penelitian, hari ke-35 setnua hewan uji dikorbankan dan pada bagian vas deferen dipotong untuk diambil spermanya dan dihitung persentase morfologi, motilitas dan kecepatan gerak maju spermatozoa. Untuk mengetahui adanya perbedaan antar­ perlakuan dalam kelompok dilakukan uji Anava (Analisis varians) dan DMRT (Duncan Multiple Range Test) untuk mengetahui letak beda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan pemberian ekstrak buah terong susu (Solanum mammosum L) 1,5 gr/Kg bb/hari menyebabkan penurunan rerata persentase morfologi nonnal, motilitas, dan kecepatan gerak maju spermatozoa. Abnonnalitas morfologi yang dijumpai akibat perlakuan antara lain adalah : abnormalitas primer berupa spermatozoa melingkar (bentuk cincin), bagian badan sating menyatu, bagian ekor saling menyatu; sedangkan abnormalitas sekunder meliputi -: spennatozoa dengan bagian badan bergelombang, spermatozoa dengan leher patah, spermatozoa dengan ekor patah, spermatozoa dengan bagian ekor melingkar, spennatozoa dengan bagian badan melingkar, spermatozoa dengan bagian badan yat;tg bengkok, spermatozoa dengan bagian leher putus dan abnormalitas tersier meliputi : spermatozoa yang teraglutinasi bagian kepala, spermatozoa dengan bagian badan terputus, dan bagian kepala terputus. Dari basil penelitian dengan pemberian dosis perlakuan I,5 gr/Kg bb/hari dan lama perlakuan 34 hari akan menurunkan secara nyata kualitas spermatozoa yang meliputi penurunan persentase morfologi normal spermatozoa, penurunan motilitas spermatozoa, dan kecepatan gerak maju spermatozoa.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 28 Jun 2016 11:59
Last Modified: 28 Jun 2016 11:59
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9807

Actions (login required)

View Item View Item