POLA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI ALKOHOL DARI Saccharomyces cerevisiae DENGAN VARIASI KONSENTRASI SUMBER C DAN N

Yunianto, Agus (2004) POLA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI ALKOHOL DARI Saccharomyces cerevisiae DENGAN VARIASI KONSENTRASI SUMBER C DAN N. S1 thesis, UAJY.

[img] Text
0BL00556.pdf

Download (206Kb)
[img] Text (Halaman Judul)
0BL00556.pdf

Download (206Kb)
[img] Text (Bab I)
1BL00556.pdf

Download (93Kb)
[img] Text (Bab II)
2BL00556.pdf

Download (202Kb)
[img] Text (Bab III)
3BL00556.pdf
Restricted to Registered users only

Download (151Kb)
[img] Text (Bab IV)
4BL00556.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2031Kb)
[img] Text (Bab V)
5BL00556.pdf

Download (2791Kb)

Abstract

Bertambahnya pennintaan produksi alkobol dalam industri pangan, kosmetik, maupun obat-obatan, memicu penggunaan bahan dasar altematif yang murah dan mudah didapat dalam jumlah yang besar untuk medium fermentasi Salah satu contoh medium altematif yang berpotensi sebagai substrat fermentasi alkobol adalah molase. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji variasi konsentrasi sumber N dan sumber C pada medium molase terbadap pola pertumbuhan dan produksi alkobol oleh Saccharomyces cerevisiae. Fermentasi dilakukan dengan cara sekali unduh. Sumber N yang berupa Amonium sulfat dengan variasi 1; 2; 3; dan 4g/l, sedangkan variasi kadar molase adalab 10%, 15%, 20% dan 25%. Parameter yang diukur meliputi pH medium, biomassa sel dengan menggunakan perbitungan secara langsung, kadar gula reduksi (mg/ml) dan kadar alkohol (%). Pengukuran pH medium dan biomassa sel dilakukan setiap 2 jam selama 24 jam dengan 3 kali ulangan. Pengukuran kadar gula reduksi dan kadar alkohol dilakukan setiap 4 jam selama 24 jam dengan 3 kali ulangan. Rancangan percobaan yang digunakan adalab ancangan Acak Lengkap. Analisis data menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test pada taraf kepercayaan 95 % untuk mengetahui letak beda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fase lag terjadi antara jam ke-2 sampai dengan 7 jam ke-4, dengan perolehan hasil tertinggi 0,6.10 sel pada perlakuan variasi konsentrasi molase 15% dan amonium sulfat 2g!l. Fase ekponensial, terjadi antara jam ke-4 sampai dengan jam ke-16, basil terbesar diperoleh pada jam ke14 dengan perlakuan variasi konsentrasi molase 10% dan amonium sulfat 1gll 7 hasilnya sebesar 18,5.10 sel. Fase stasioner terjadi pada jam ke-16 sampai dengan 7 7 jam ke-22 dengan peroleban hasil berkisar antara 5,5.10 -14,5.10 pada tiap perlakuan. Fase kematian dimulai pada jam ke-24 dengan peroleban hasil tertinggi 7 sebesar 13,5.10 pada perlakuan variasi konsentrasi molase 10% dan amonium sulfat 4gll. Kadar alkohol tertinggi yang dihasilkan oleh Saccharomyces cerevisiae dengan perlakuan variasi konsentrasi molase 20% dengan konsentrasi amonium sulfat 1g/l yaitu sebesar 2.59%.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 30 Jun 2016 12:29
Last Modified: 30 Jun 2016 12:29
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9826

Actions (login required)

View Item View Item