POLA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI ETANOL OLEH Saccharomyces cerevisiae PADA MEDIUM PEPAYA (Carica papaya L.) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN KADAR MAGNESIUM

Kumiarti, Kharis (2004) POLA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI ETANOL OLEH Saccharomyces cerevisiae PADA MEDIUM PEPAYA (Carica papaya L.) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN KADAR MAGNESIUM. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0BL00578.pdf

Download (201Kb)
[img] Text (Bab I)
1BL00578.pdf

Download (79Kb)
[img] Text (Bab II)
2BL00578.pdf

Download (152Kb)
[img] Text (Bab III)
3BL00578.pdf
Restricted to Registered users only

Download (135Kb)
[img] Text (Bab IV)
4BL00578.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2553Kb)
[img] Text (Bab V)
5BL00578.pdf

Download (1107Kb)

Abstract

Upaya peningkatan produksi etanol terus-menerus dilakukan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Salah satunya yaitu dengan penambahan magnesium ke dalam medium pertumbuhan. Magnesium berperan dalam pembelahan sel dan produksi etanol. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan magnesium pada medium pepaya terhadap pola pertumbuhan dan produksi etanol Saccharomyces cerevisiae. Buah pepaya digunakan sebagai medium pertumbuhan karena dalam 100 gram mengandung sukrosa sebanyak 48,3 %, glukosa sebanyak 29,8 % dan fruktosa sebanyak 21,9 %. Fermentasi etanol dilakukan dengan sistem sekali unduh. Penambahan magnesium dalam bentuk MgS04.1H20 pada medium sari buah pepaya dilakukan dengan variasi kadar 0; 0,05; 0,1; 0,15; dan 0,2 g/200 ml. Parameter yang diukur adalah biomassa sel berdasarkan optical density (OD), kadar gula reduksi (mg/ml), pH medium dan kadar etanol (%). Pengukuran ke-4 parameter tersebut dilakukan setiap 2 jam selama 30 jam dengan 3 kali ulangan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap faktorial. Analisis data menggunakan ANOVA sedangkan yang untuk mengetahui letak beda nyata menggunakan Duncan Multiple Range Test pada taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan magnesium pada medium pepaya sebesar 0,15 g/200 ml menghasilkan biomassa paling banyak dengan OD biomassa sebesar 0,623 setelah 22 jam inkubasi, kadar gula reduksi paling sedikit yaitu sebesar 32,070 mg/ml setelah 30 jam inkubasi, pH medium paling rendah yaitu sebesar 3,957 setelah 24 jam inkubasi dan kadar etanol paling banyak yaitu sebesar 11,088% setelah 20 jam inkubasi. Penambahan magnesium pada medium pepaya sebesar 0,2 g/200 ml setelah 20 jam inkubasi menghasilkan biomassa paling sedikit dengan OD biomassa sebesar 0,543; kadar gula reduksi paling banyak yaitu sebesar 52,258 mg/ml; pH medium paling tinggi yaitu sebesar 4,153 dan kadar etanol paling rendah yaitu sebesar 8,3I 0 %. Penambahan magnesium sebanyak O,I5 g/200 ml pada medium pepaya menghasilkan 3 hal yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lain. Pertama, fase lag dapat teijadi 1 jam lebih cepat dibandingkan dengan kontrol. Kedua, produksi biomassa yang paling tinggi yang dicapai setelah 22 jam inkubasi dengan OD biomassa sebesar 0,623. Ketiga, produksi etanol yang paling tinngi yang dicapai setelah 20 inkubasi dng kadar air sebesar 11,088%

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 01 Jul 2016 07:39
Last Modified: 01 Jul 2016 07:39
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9828

Actions (login required)

View Item View Item