PROSES SOSIALISASI DAN SISTEM PENDIDIKAN DI PANTI ASUHAN SINAR KASIH YOGYAKARTA

Wiranti, Anisia (2000) PROSES SOSIALISASI DAN SISTEM PENDIDIKAN DI PANTI ASUHAN SINAR KASIH YOGYAKARTA. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0SOS00685.pdf

Download (183Kb)
[img] Text (Bab I)
1SOS00685.pdf

Download (382Kb)
[img] Text (Bab II)
2SOS00685.pdf

Download (359Kb)
[img] Text (Bab III)
3SOS00685.pdf
Restricted to Registered users only

Download (379Kb)
[img] Text (Bab IV)
4SOS00685.pdf
Restricted to Registered users only

Download (383Kb)
[img] Text (Bab V)
5SOS00685.pdf

Download (151Kb)

Abstract

Kemiskinan merupakan permasalahan yang tidak akan pernah berakhir, banyak hal yang ditimbulkan akibat dari kemiskinan, salah satunya yaitu semakin banyak anak-anak terlantar yang tidak bisa mendapatkan haknya baik dari segi kesejahteraan maupun pendidikannya, dapat dipastikan jika masalah ini diabaikan, maka dapat berakibat buruk bagi bangsa Indonesia, oleh karena itu penmerintah maupun masyarakat berusaha menampung mereka dalam lembaga yang disebut panti asuhan. Untuk mengetaliui bagaimana proses sosialisasi, tipe-tipe pendidikan dan sikap yang diberikan oleh anak terhadap panti asuhan, maka penulis menggunakan metode penelitian kualitatif diskriptif, dengan penelitian ini diharapkan Akan memberikan gambaran tentang keberadaan panti asuhan, sedangkan yang digunakan untuk menganalisa masalah yang ada di lapangan, penulis menggunakan pendekatan interaksionisme simbolik. Dari pendekatan interaksionisme simbolik diharapkan akan ada perbedaan makna yang diberikan anak sekalipun proses sosialisasi dan tipe pendidikan yang sama. Hasil penelitian yang didapat penulis di lapangan menyatakan bahwa dari proses sosialisasi dan sistem pendidikan yang sama telah menghasilkan sikap anak yang berbeda. Masing-masing anak akan memberikan makna yang berbeda terhadap pendidikan maupun aturan yang ada di panti asuhan. Anak yang berasal dari keluarga yatim dan terbiasa dengan kehidupan yang keras, beb'as dibandingkan dengan yang lain akan lebih sering melanggar aturan, sulit diatur dan agresif, sedangkan untuk anak yang berasal dari keluarga retak, karena sejak usia anak-anak telah ditempatkan di panti, maka anak tersebut akan bertumbuh menjadi anak yang penurut dan mudah diatur. Anak-anak yang terbiasa dengan kehidupan bebas dan ditempatkan di panti sejak usia remaja, ketika dihadapkan pada sejumlah aturan, maka mereka akan merasa terkekang, sedangkan untuk anak-anak yang sejak usia anak-anak berada di panti mengganggap dengan adanya peraturan yang telah ditetapkan membuat hidup mereka lebih teratur.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Sosiologi > Business
Divisions: Fakultas ISIP > Sosiologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 13 Jul 2016 07:58
Last Modified: 13 Jul 2016 07:58
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9847

Actions (login required)

View Item View Item