STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN ABU AMPAS TEBU

Pesparini, Yunita (2003) STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN ABU AMPAS TEBU. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS09429.pdf

Download (147Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS09429.pdf

Download (71Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS09429.pdf

Download (577Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS09429.pdf
Restricted to Registered users only

Download (166Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS09429.pdf
Restricted to Registered users only

Download (449Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS09429.pdf

Download (1652Kb)

Abstract

Struktur jalan sering mengalami kerusakan karena kualitas tanah dasar jalan tersebut kurang kuat untuk mendukung beban di atasnya. Tanah lempung ada yang mempunyai fluktuasi kembang susut yang tinggi, yang berpengaruh terhadap bangunan sipil di atasnya. Stabilisasi tanah merupakan salah satu altematif untuk mendapatkan kekuatan tanah lempung yang lebih besar. Abu ampas tebu merupakan salah satu altematif bahan untuk stabilisasi tanah lempung. Keberadaan abu ampas tebu selama ini kurang dimanfaatkan dan dari sifat-sifat yang diketahui, abu ampas tebu memiliki kandungan silika yang dapat bersatu dengan air (H20), dan sifatnya mengikat. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui besarnya pengaruh penambahan abu ampas tebu sebagai bahan pencampur dalam stabilisasi tanah lempung dari daerah Marguluweh, kecamatan Seyegan. Variasi penambahan abu ampas tebu yang digunakan adalah 0%, 5%, 10% dan 15% dari berat kering tanah. Uji yang ada meliputi kadar air, berat jenis, batas-batas Atterberg, pemadatan tanah dan uji CBR. Uji pemadatan dilakukan secara standar dengan variasi penambahan air 200 ml, 300 ml, 400 ml, 500 ml dan 600 ml. Kesimpulan dari penelitian ini adalah diperoleh nilai Indeks Plastisitas sebesar 58,885% > 35%, berarti tanah tersebut merupakan tanah lempung dengan plastisitas sangat tinggi. Nilai kepadatan maksimal sebesar 1,14 g/cm3 yang dicapai pada kadar air optimal 640,577%. Variasi penambahan abu ampas tebu mengakibatkan nilai CBR mengalami kenaikan. Nilai CBR tertinggi untuk penetrasi 0,1 inci terjadi pada penambahan abu ampas tebu 15% dengan nilai 2,05375%, sedangkan nilai CBR terkecil pada penetrasi 0,2 inci terjadi pada penambahan abu ampas tebu 0% dengan nilai 0,1778%.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Tanah lempung ekspansif, abu ampas tebu, kepadatan maksimum, CBR
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 18 Jul 2016 09:03
Last Modified: 18 Jul 2016 09:03
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9877

Actions (login required)

View Item View Item