REPRESENTASI FETISISME KOMODITAS FANS JKT48 DALAM FILM DOKUMENTER “IDOLAKU, JIWA RAGAKU”

DWICAHYO, NICOLAUS SULISTYO (2016) REPRESENTASI FETISISME KOMODITAS FANS JKT48 DALAM FILM DOKUMENTER “IDOLAKU, JIWA RAGAKU”. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0KOM04067.pdf

Download (1803Kb)
[img] Text (BAB I)
1KOM04067.pdf

Download (142Kb)
[img] Text (BAB II)
2KOM04067.pdf
Restricted to Registered users only

Download (81Kb)
[img] Text (BAB III)
3KOM04067.pdf
Restricted to Registered users only

Download (986Kb)
[img] Text (BAB IV)
4KOM04067.pdf

Download (965Kb)

Abstract

Definisi tentang fans dapat dipahami secara berbeda-beda. Salah satunya, mereka dapat dipahami sebagai kelompok yang terobsesi dengan idolanya. Pandangan ini kemudian membentuk pemaknaan tentang fans sebagai kelompok yang irasional. Film dokumenter “Idolaku, Jiwa Ragaku” tampaknya berhasil mengemas hal tersebut. Sandy dan Emil sebagai tokoh utama memiliki kegiatan aktif yang tidak beragam, tapi bahkan hanya berorientasi pada konsumsi yang memperlihatkan mereka sebagai fans yang candu. Sebagai seorang fans yang mengidolakan JKT48, mereka kemudian menjadi pasif pada sistem manajemen JKT48 itu sendiri. Munculnya peran keluarga di dalam film dokumenter ini juga turut membangun pemaknaan tentang fans yang cenderung dianggap irasional. Melalui representasi fetisisme komoditas fans JKT48 dengan pendekatan semiotika Peirce, peneliti berusaha menggali tentang sikap konsumtif fans yang lebih terlihat sebagai suatu bentuk fetisisme komoditas melalui konstruksi film dokumenter ini. Semiotika digunakan untuk mengetahui tanda-tanda yang muncul melalui klasifikasi dan analisis struktur triadik, yakni representamen, objek, dan interpretan. Sehingga, metode tersebut kemudian dapat menjawab bagaimana representasi fetisisme komoditas fans JKT48 dalam film dokumenter “Idolaku, Jiwa Ragaku”. Analisis dengan metode semiotika ini yang kemudian memunculkan pemaknaan pada film dokumenter ini, khususnya bagian interpretan sebagai dasar untuk melakukan pembahasan. Interpretan-interpretan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam setiap pembahasan aspek fetisisme komoditas yakni standarisasi, individualisasi semu, dan reifikasi. Secara keseluruhan, melalui film dokumenter tersebut tampak bahwa kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh fans menjadi fokus di dalam film dokumenter ini. Selain itu, mengingat bahwa fans menjadi fokus di dalam film dokumenter ini. Selain itu, mengingat bahwa fans digambarkan melalui dua tokoh, terlihat bahwa ada dua aspek yang kemudian bersinggungan dengan masing-masing fans yakni aspek ekonomi dan aspek keluarga. Kecenderungan aspek ekonomi tampak menonjol pada sekuen-sekuen yang menampilkan Sandy, sedangkan kecenderungan dari aspek keluarga cenderung tampak menonjol pada sekuen-sekuen yang menampilkan Emil. Perbedaan aspek dari masing-masing fans tidak membuat kegiatan mereka menjadi berbeda. Bahkan, orientasi mereka tetap cenderung sama, ketika tampak ada suatu pemenuhan hasrat untuk mendapatkan kepuasan dalam menjalin relasi yang semakin dekat dengan idolanya. Adapun kehadiran keluarga di dalam film dokumenter ini, yang dihadapkan dengan konsumsi dan perhatian fans terkait dengan idolanya, menjadi penegas bagaimana pemenuhan hasrat sebagai fans lebih dominan ketimbang keluarga dan kebutuhan lainnya. Kehidupan fans yang direpresentasikan pada film dokumenter ini juga mengarah pada definisi seorang VVOTA, dimana istilah tersebut juga dapat diartikan sebagai Over Dossis Fans.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: representasi, fans, fetisisme komoditas, JKT48, film dokumenter
Subjects: Komunikasi > Kajian Media
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 16 Aug 2016 08:46
Last Modified: 16 Aug 2016 08:46
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/10104

Actions (login required)

View Item View Item