REPRESENTASI IDENTITAS ANAK DALAM IKLAN PROVIDER TRI INDIE+: ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE

SETIAWAN, BERNARD WIDI (2016) REPRESENTASI IDENTITAS ANAK DALAM IKLAN PROVIDER TRI INDIE+: ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE. . pp. 1-13.

[img] Text
JURNALKOM04097.pdf

Download (881kB)

Abstract

Iklan Tri Indie+ versi anak laki-laki dan anak perempuan mendapatkan teguran dari KPI karena dianggap melanggar Etika Pariwara Indonesia, sebagai pedoman utama siaran iklan di Indonesia, Bab III.A. Butir 3.1.1. dan 3.1.2. Tampilan anak dalam iklan ini dianggap dapat mengganggu perkembangan serta identitas anak karena menempatkan anak pada adegan-adegan yang tidak pantas bagi anak. Sementara itu, KPI sendiri tidak memberikan penjelasan yang komprehensif terkait tegurannya terhadap iklan Tri Indie+ ini. Melalui penelitian ini, dengan mengkaji representasi identitas anak menggunakan semiotika Peirce, peneliti berusaha mendapatkan kejelasan mengenai konstruksi anak dalam iklan Tri Indie+ ini. Semiotika Peirce digunakan dalam penelitian ini untuk menemukan makna melalui tanda-tanda yang dimunculkan dalam iklan Tri Indie+ ini. Melalui makna inilah representasi identitas anak dalam iklan Tri Indie+ ini dapat dipahami. Pada iklan ini, anak tampak dilekatkan pada aktivitas-aktivitas yang umumnya dilakukan oleh orang dewasa, yaitu melalui tampilan pekerjaan dan aktivitas leisure, serta diarahkan untuk dapat memenuhi harapan dan keinginan dari orang dewasa, terutama orang tua, yaitu melalui tampilan pendidikan. Ketiga tampilan itu tampak sebagai perwujudan dari orientasi gaya hidup masyarakat Indonesia. Namun, orientasi gaya hidup ini sendiri tidak disertai dengan kemampuan ekonomi yang memadai serta kendali atas pengeluaran yang baik, sehingga berakibat pada tidak tercukupi kebutuhan hidup secara utuh. Hal inilah yang menjadi makna yang diperoleh melalui analisis struktur triadik Peirce dalam iklan Tri Indie+ ini. Anak yang dilekatkan dengan aktivitas orang dewasa serta diperlakukan melalui perspektif orang dewasa ini mengindikasikan bahwa anak dalam iklan tidak dapat dipahami semata-mata sebagai anak-anak. Identitas anak dalam iklan Tri Indie+ ini direpresentasikan sebagai metafora dari orang dewasa itu sendiri. Orang dewasa dianggap layaknya anak-anak yang memiliki kerentanan karena tidak memiliki kendali atas pengeluarannya, sehingga dianggap tidak memiliki kemandirian serta otonomi, terutama dalam bidang finansial. Hal ini menunjukkan bahwa iklan ini dapat dianggap sebagai satire atau sindiran atas kehidupan orang dewasa, meskipun di sisi lain dapat pula sebagai kritik atas kehidupan anak yang seringkali diperlakukan dan diarahkan untuk memenuhi harapan dan keinginan orang dewasa. Melalui iklan ini, Tri Indie+ seakan-akan mampu memberikan ruang yang lebih besar untuk mengatasi kurangnya kendali atas pengeluaran orang dewasa, sehingga orang dewasa pun mampu menjadi orang dewasa yang utuh dengan memiliki kemandirian serta otonomi, terutama dalam bidang finansial. Kata kunci : Baliho, impression management, kampanye politik, semiotik.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: representasi, identitas anak, semiotika, Peirce, iklan
Subjects: Komunikasi > Kajian Media
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 16 Aug 2016 09:18
Last Modified: 16 Aug 2016 09:18
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/10107

Actions (login required)

View Item View Item