EVALUASI NILAI ALLRED UNTUK PENGOSONGAN SIMPANG PADA SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS SIMPANG A. VETERAN-A. YOS SUDARSO, SOLO)

Cahyo, Susilo Tri (2002) EVALUASI NILAI ALLRED UNTUK PENGOSONGAN SIMPANG PADA SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS SIMPANG A. VETERAN-A. YOS SUDARSO, SOLO). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS08098.pdf

Download (190Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS08098.pdf

Download (115Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS08098.pdf

Download (144Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS08098.pdf

Download (84Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS08098.pdf
Restricted to Registered users only

Download (80Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS08098.pdf
Restricted to Registered users only

Download (191Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TS08098.pdf
Restricted to Registered users only

Download (248Kb)
[img] Text (Bab VII)
7TS08098.pdf

Download (620Kb)

Abstract

Salah satu permasalahan transportasi yang terjadi didaerah perkotaan adalah kemacetan, kesemrawutan, kecelakaan lalu lintas dan pencemaran udara. Untuk menjamin kelancaran lalu lintas pada jaringan jalan diterapkan manajemen lalu lintas agar dapat diperoleh sistem operasional jaringan jalan yang lebih aman, nyaman dan efisien. Simpang merupakan simpul dari jaringan jalan yang perlu mendapat perhatian, karena pads simpang inilah kendaraan dari berbagai arah bertemu. Untuk mengatasi konflik gerakan lalu lintas dari suatu ruas jalan yang bertemu pada simpang diperlukan suatu sistem kontrol dan pengaturan yang baik. Pada beberapa kasus, penggunaan lampu isyarat lalu lintas tidak mengatasi permasalahan lalu lintas yang terjadi. Hal ini disebabkan karena penggunaan lampu isyarat lalu lintas kurang memperhatikan pola arus lalu lintas dan karakteristik perlemuan jalan. Tujuan dasar penggunaan sinyal lalu lintas adalah kelancaran arus lalu lintas dan keamanan melewati simpang (konflik). Nilai allred sebagai waktu untuk memberi kesempatan kepada (seluruh) kendaraan untuk melewati titik konflik hares menjamin keamanan kendaraan berangkat untuk melewati titik konflik sebelum datang kendaraan lain dari fase berikutnya. Nilai allred dihasilkan dari hubungan jarak kendaraan berangkat ditambah panjang kendaraan dibagi kecepatan kendaraan berangkat dikurangi jarak kendaraan datang dibagi kecepatan kendaraan datang. Dari analisis dengan rumus dalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1996, menghasilkan nilai allred yang hanya mengakomodasi kendaraan bermotor dengan arah gerakan lurus. Kenyataan dilapangan, sinyal lampu lalu lintas hares mengakomodasi seluruh kendaraan dan arah gerakan untuk mewujudkan tujuan pemasangan sinyal lampu lalu lintas. Pada MKJI 1996 gerakan belok kanan tidak dihitung meskipun dipengaruhi oleh nyala sinyal lampu lalu lintas. Untuk mengakomodasi seluruh kecepatan dan gerakan kendaraan agar tercapai tujuan pemasangan sinyal lampu lalu lintas, nilai allred ditetapkan sama dengan waktu yang digunakan oleh kendaraan lambat melewati titik konflik. Perubahan akibat penambahan nilai allred sama dengan waktu kendaraan lambat untuk melewati titik konflik mengakibatkan perubahan siklus dari sinyal lampu lalu lintas. Nilai siklus akibat perubahan adalah 122 detik masih dalam batas waktu siklus yang ditetapkan oleh MKJI 1996

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 14 Sep 2016 08:52
Last Modified: 14 Sep 2016 08:52
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/10322

Actions (login required)

View Item View Item