LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KREMATORIUM SANKHARA ANICCA DENGAN PENDEKATAN PRINSIP HIERARKI PROFAN-SAKRAL DI YOGYAKARTA

WARDHANI, MUSTIKA KUSUMANING (2016) LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KREMATORIUM SANKHARA ANICCA DENGAN PENDEKATAN PRINSIP HIERARKI PROFAN-SAKRAL DI YOGYAKARTA. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TA13887.pdf

Download (534Kb)
[img] Text (Bab I)
1TA13887.pdf

Download (1095Kb)
[img] Text
1TA13887.pdf

Download (1095Kb)
[img] Text (Bab II)
2TA13887.pdf

Download (1823Kb)
[img] Text (Bab III)
3TA13887.pdf

Download (891Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TA13887.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1220Kb)
[img] Text (Bab V)
5TA13887.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2796Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TA13887.pdf

Download (1592Kb)

Abstract

Kematian adalah konsistensi dari keadaan lahir pada setiap manusia dan kepastian mutlak akan proses kehidupan. Kematian masih dianggap tabu untuk dibicarakan namun tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut haruslah dipersiapkan. Manusia hidup berdasarkan adat dan agama yang mereka yakini dan kebanyakan dari sifatnya dilakukan secara turun temurun sebagai bagian dari tradisi. Penangganan jenazah dengan membakar mayat atau biasa disebut kremasi menjadi salah satu alternatif penangganan jenazah selain pemakaman. Kremasi menjadi trend dan mengalami peningkatan dikarenakan lahan pemakaman mulai tergusur oleh banyaknya bangunan di kota-kota besar seperti di Yogyakarta. Krematorium Sankhara Anicca di Yogyakarta adalah sebuah wadah yang menampung kegiatan mulai dari persemayaman, proses kremasi, sampai pada penyimpanan abu sisa kremasi. Rangkaian kegiatan penanganan jenazah direncanakan dalam satu area sehingga dapat memudahkan upacara penghormatan terakhir kepada jenazah tanpa harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kematian seseorang yang dicintai menimbulkan terguncangnya psikologi keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan. Permasalahan inilah yang mendasari pemilihan pendekatan konsep penataan ruang dalam dan ruang luar bangunan Krematorium sehingga bangunan tidak hanya dipandang sebagai wadah kegiatan, tetapi juga memiliki peran yang kuat terhadap psikologi seseorang. Metode yang digunakan dalam proses mendesain adalah dengan penarikan kesimpulan secara deduktif dari studi literatur, survey lapangan dan wawancara dengan narasumber yang berada di bangunan sejenis. Mencapai kondisi seimbang menjadi tujuan akhir dari konsep yang ditawarkan, yaitu dengan pendekatan prinsip Hierarki Profan-Sakral sehingga dapat menyadarkan manusia bahwa segala yang terkondisi tidaklah kekal. Simbolisme Profan digunakan pada Rumah Duka tempat dimana hiruk pikuk duniawi masih bercampur menjadi satu, sedangkan simbolisme Sakral merujuk pada Krematorium dan Kolumbarium dimana leburnya raga kembali kepada alam dalam keadaan sendiri dan kosong.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Kematian, Krematorium, Rumah Duka, Kolumbarium, Hierarki Profan-Sakra
Subjects: Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 21 Nov 2016 10:39
Last Modified: 21 Nov 2016 10:39
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/10802

Actions (login required)

View Item View Item