PENGARUH TINGKAT EKSPOSURE IKLAN POLITIK TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI DALAM PEMILU 2009 DI KALANGAN MAHASISWA DI YOGYAKARTA

Ispandriarno, Lukas S. and Herawati, Fransisca Anita PENGARUH TINGKAT EKSPOSURE IKLAN POLITIK TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI DALAM PEMILU 2009 DI KALANGAN MAHASISWA DI YOGYAKARTA. [Research]

[img] Text
KOM06501.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1431Kb)

Abstract

Penelitian ini berusaha mencari tahu tentang ”Bagaimana pengaruh tingkat eksposure iklan politik terhadap tingkat partisipasi dalam Pemilu 2009 di kalangan mahasiswa di Yogyakarta?”. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat eksposure iklan politik(independent variabel), tingkat partisipasi mahasiswa dalam Pemilu 2009 (dependent variabel) serta kelompok referen, jenis kelamin, asal fakultas, asal universitas dan umur (control variabel). Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa dari 20 universitas yang berada di lingkungan Kopertis Wilayah V Yogyakarta, dengan melibatkan 10 responden dari tiap-tiap universitas. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling dengan total responden 200 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional sampel survey dan tipe penelitian bersifat eksplanatif. Data primer diperoleh dari kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen, website, dan iklan-iklan parpol maupun iklan capres-cawapres pada periode kampanye tahun 2009. Untuk melakukan analisis, penelitian ini akan menggunakan beberapa metode analisis, yaitu: Distribusi frekuensi, Cross tabulation, Regresi berganda, Independent sample t-test, Analysis of variance (Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksposure iklan parpol dan iklan capres-cawapres oleh mahasiswa mencapai 99.5%. Hal ini menandakan bahwa responden sangat peduli dengan perhelatan politik berupa pemilihan umum legislatif dan pemilu presiden-wakil presiden. Media massa yang paling banyak dipajan adalah televisi untuk iklan parpol (95.2%) dan iklan Capres-Cawapres (91%;) surat kabar (78.5% dan 68%); spanduk/banner (67.6% dan 63%), baliho (65.2% dan 59%), Internet (44.1% dan 33.5%), radio (37.2% dan 28.5%), dan majalah (20.7% dan 18%). Iklan Partai Demokrat (PD) merupakan “iklan yang paling diingat” oleh 53.5% responden, Partai Gerindra (17%), PDIP (8.5%), Golkar (8%) , dan PKS (2.5%). Sementara untuk iklan Capres-Cawapres, SBY-Boediono menjadi Top of Mind (68%), JK-Wiranto (14%), lalu iklan Mega-Prabowo (12.5%). Pesan dalam iklan politik menunjukkan isu yang diperhatikan adalah pendidikan (41.5%), korupsi (20.1%), persatuan bangsa (13.8%, tentang petani/pedagang/nelayan (11.4%), dan BBM (7.3%). Tingkat eksposure mahasiswa terhadap kedua iklan pemilu (legislatif maupun presiden), didapati angka 67% masuk kategori sedang, sedangkan untuk tingkat partisipasi dalam aktivitas politik pada pemilu legislatif hanya 61.5%, sedang dalam pilpres mencapai 77%. Dari analisis regresi didapati bahwa tingkat eksposure pada iklan politik berpengaruh terhadap tingkat partisipasi mahasiswa dalam aktivitas politik. Pengaruh tersebut juga didukung oleh variabel umur dan kelompok referen jika diuji bersama-sama, meskipun pengaruhnya masuk kategori sangat lemah. Sedangkan faktor jenis kelamin, asal universitas, asal fakultas juga memiliki peran dalam hubungan variabel tingkat eksposure pada iklan politik dengan tingkat partisipasi politik, meskipun perannya sangat kecil/lemah.

Item Type: Research
Subjects: Komunikasi > Kajian Media
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Admin Perpustakaan UAJY
Date Deposited: 01 May 2013 12:23
Last Modified: 03 Nov 2015 13:04
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/1212

Actions (login required)

View Item View Item