MANAJEMEN NEWSROOM SURAT KABAR BERNAS JOGJA, HARIAN JOGJA, KEDAULATAN RAKYAT DAN RADAR JOGJA DALAM PEMBERITAAN PENJARINGAN CALON ANGGOTA KOMISI INFORMASI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Ispandriarno, Lukas S. and Widodo, Yohanes MANAJEMEN NEWSROOM SURAT KABAR BERNAS JOGJA, HARIAN JOGJA, KEDAULATAN RAKYAT DAN RADAR JOGJA DALAM PEMBERITAAN PENJARINGAN CALON ANGGOTA KOMISI INFORMASI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. [Research]

[img] Text
KOM06502.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1297Kb)

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui media performance empat harian lokal Yogyakarta (Harian Jogja, Kedaulatan Rakyat, Bernas Jogja, dan Radar Jogja) dalam pemberitaan seleksi calon anggota Komisi Informasi Daerah (KID) DIY periode Mei-September 2010. Dari studi analisis isi kuantitatif ditemukan bahwa: (1) Tidak terdapat perbedaan skor nilai total media performance yang signifikan antara keempat media. (2) Tingginya atensi Radar Jogja dibandingkan ketiga media lainnya terhadap isu seleksi KID DIY dapat dilihat dari jumlah artikel Radar Jogja yang mencapai 30 artikel, melampui media-media lokal lainnya. (3) Dibandingkan ketiga media lainnya, Radar Jogja dominan menempatkan gabungan faktaopini sebagai intisari berita (60%). Radar Jogja juga kurang memerhatikan aspek ketepatan tanda baca dan ejaan. Koran ini juga memuat tulisan yang mengandung dramatisasi berita paling besar (53,33%). (4) Adanya ciri bias dalam pemberitaan, ditunjukkan dengan sub unit analisis source bias keempat media buruk karena persentase ketiadaan source bias kecil. Hal ini menunjukkan banyaknya pemberitaan keempat media yang menampilkan satu sisi pandangan saja dalam pemberitaan. Studi kualitatif melalui wawancara terhadap tiga Pimpinan Redaksi (Kedaulatan Rakyat, Bernas Jogja dan Harian Jogja) serta wawancara dengan wartawan Radar Jogja yang menulis berita ini diperoleh kesimpulan: (1) Keempat media cetak mengikuti proses produksi berita yang lazim dan rutin yaitu dari atas berupa arahan dalam Rapat Redaksi yang kemudian menentukan berita yang akan ditulis maupun dari bawah yaitu menerima usulan dari reporter maupun wartawan serta informasi berupa undangan press release dan audiensi sumber berita (Panitia Ad Hoc). Kendati demikian, ruang berita atau newsroom lebih banyak didominasi oleh Redaksi. (2) Setidaknya terdapat dua sikap berbeda di antara empat media cetak lokal dalam menyikapi isu Penjaringan calon anggota KID DIY. Kelompok pertama adalah tiga media cetak yakni Kedaulatan Rakyat, Bernas Jogja dan Harian Jogja yang melihat isu penjaringan calon Komisioner KID DIY sebagai isu yang datar, biasa, tidak seksi. Hal ini juga dibuktikan oleh analisis isi kuantitatif yang menunjukkan sedikitnya jumlah berita yang diangkat oleh ketiganya. Pada sisi lain, koran Radar Jogja melihat isu ini sebagai isu penting sehingga diberitakan cukup banyak dan dengan nada kritis bahkan menolak beberapa hal yang dilakukan oleh Panitia Ad Hoc. (3) Bagi ketiga media tersebut proses penjaringan calon Komisioner KID bukanlah isu yang menjual dari sisi ekonomi. Namun penelitian ini belum berhasil menemukan kepentingan politik tertentu yang melatarbelakangi banyak dan kritisnya nada pemberitaan harian Radar Jogja. Sejauh dikemukakan oleh wartawan yang menulisnya, motifnya adalah mengkritisi, menjalankan fungsi kontrol media. (4) Pada umumnya wartawan atau reporter penulis berita ini memiliki otonomi dalam menjalankan tugasnya. Bahkan wartawan harian Radar Jogja memiliki otonomi yang begitu besar sehingga hampir semua ide atau gagasannya dalam menyikapi isu KID ini tidak mendapatkan saringan yang berarti dari jajaran Pimpinan Redaksi.

Item Type: Research
Subjects: Komunikasi > Kajian Media
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Admin Perpustakaan UAJY
Date Deposited: 01 May 2013 12:28
Last Modified: 03 Nov 2015 13:02
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/1213

Actions (login required)

View Item View Item