FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KELAS KERETA API

Susila, Benediktus Pancananda Widyantara (2000) FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KELAS KERETA API. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS07798.pdf

Download (242Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS07798.pdf

Download (113Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS07798.pdf

Download (187Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS07798.pdf
Restricted to Registered users only

Download (166Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS07798.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1111Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS07798.pdf

Download (905Kb)

Abstract

Kereta api sebagai salah satu model transportasi darat di Indonesia pada umumnya dan di Jawa pada khususnya dibedakan atas 3 kelas yaitu ekonomi, bisnis dan eksekutif Kereta api Sancaka misalnya memiliki kelas eksekutif dan kelas bisinis. Kedua kelas ini mempunyai kesamaan yaitu trayek dan waktu yang tetap tetapi mempunyai perbedaan tentang tarif Pengguna jasa dapat mempertimbangkan beberapa faktor untuk memilih kelas kereta api sesuai kebutuhannya. Dalam menentukan pilihan kelas tersebut, orang mempertimbangkan banyak faktor seperti : penghasilan , tujuan perjalanan, profesi serta tingkat kenyamanan. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 26 Januari 2000 pukul 15.45. berangkat dari stasiun Tugu Yogyakarta menuju Surabaya. Untuk mengetahui besarnya faktor yang berpengaruh dianalisis menggunakan Crosstabs Methods. Data yang diperoleh dari kuesioner sebanyak 153 responden yang terdiri dari 89 responden kelas eksekutif dan 64 responden kelas bisnis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna jasa kereta api Sancaka kelas eksekutif berprofesi sebagai karyawan swasta/wiraswasta (36%), sedangkan kelas bisnis berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa (41%). Kelas eksekutif didominasi penumpang berusia > 30 tahun sampai dengan 50 tahun (45%) dan pada kelas bisnis berusia 20 tahun sampai dengan 30 tahun (46%). Fasilitas yang lebih elite merupakan alasan utama penumpang kelas eksekutif memilih kelas tersebut dan penumpang kelas bisnis lebih disebabkan kondisi keuangan mereka. Penumpang kelas eksekutif yang berusia 20 tahun ke atas selalu menggunakan kelas yang sama kecuali pada penumpang berusia < 20 tahun yang kebanyakan berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa yang masih memperhitungkan selisih harga tiket sebesar Rp 15.000,00. Secara keseluruhan penumpang kereta api Sancaka baik kelas eksekutif maupun kelas bisnis belum merasa puas dengan kebersihan gerbong.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: kereta api, eksekutif, bisnis, penumpang, pemilihan kelas
Subjects: Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 30 May 2013 11:01
Last Modified: 30 May 2013 11:01
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/1963

Actions (login required)

View Item View Item