TAMAN BUDAYA CINA DI SEMARANG

PERMADI, ADE PRIMA (2011) TAMAN BUDAYA CINA DI SEMARANG. S1 thesis, UAJY.

[img]
Preview
Text (Halaman Judul)
0TA11340.pdf

Download (353kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab I)
1TA11340.pdf

Download (192kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab II)
2TA11340.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (Bab III)
3TA11340.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (Bab IV)
4TA11340.pdf
Restricted to Registered users only

Download (561kB)
[img] Text (Bab V)
5TA11340.pdf
Restricted to Registered users only

Download (924kB)
[img]
Preview
Text (Bab VI)
6TA11340.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Taman Budaya Cina Di Semarang merupakan tempat migrasi pertama kali orangorang dari Cina ke Indonesia. Di Kota Semarang ini populasi orang-orang keturunan Cina sangat besar dan menguasai sentral-sentral perekonomian daerah di bidang perdagangan. Dengan meningkatnya perekonomian masyarakat Tionghoa ini menyebabkan kebudayaan masyarakat Tionghoa di Kota Semarang ini pun juga meningkat pesat. Salah satunya terlihat dari disahkannya patung Laksamana Cheng Ho sebagai ikon pariwisata Kota Semarang oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Aribowo. Dengan disahkannya patung Laksamana Cheng Ho sebagai ikon wisata Kota Semarang di Klenteng Sam Poo Kong ini, maka pembenahan budaya masyarakat Tionghoa akan mulai digalakkan. Hal ini seperti sebuah titik balik bagi perkembangan kebudayaan masyarakat Tionghoa di Indonesia yang sebelumnya dilarang di jaman Orde Baru. Dan dalam perkembangannya, rencana pembenahan kebudayaan masyarakat Tionghoa di Semarang ini oleh Pemerintah Daerah Kota Semarang akan dipusatkan di sekitar Klenteng Sam Poo Kong. Pembenahan kebudayaan masyarakat Tionghoa di Kota Semarang tersebut dengan merujuk dari SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0276/0/1978, bahwa suatu kebudayaan harus memiliki suatu organisasi dan tata kerja, maka pembenahan dan sentralisasi kebudayaan masyarakat Tionghoa di sekitar Klenteng Sam Poo Kong tersebut harus dibuat suatu Taman Budaya Cina yang mampu mewadahi kegiatan pelestarian kebudayaan Nasional Indonesia, sebagai upaya untuk membina, mengembangkan dan melestarikan seni budaya daerah, dalam rangka mempercepat dan memperkaya khasanah Kebudayaan Nasional.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 11 Jun 2013 14:31
Last Modified: 11 Jun 2013 14:31
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/2177

Actions (login required)

View Item View Item