STRATEGI KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL DI SMA TARAKANITA MAGELANG

NINGRUM, LIENA KUSUMA (2011) STRATEGI KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL DI SMA TARAKANITA MAGELANG. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0KOM02589.pdf

Download (771Kb)
[img] Text (Bab I)
1KOM02589.pdf

Download (134Kb)
[img] Text (Bab II)
2KOM02589.pdf

Download (96Kb)
[img] Text (Bab III)
3KOM02589.pdf
Restricted to Registered users only

Download (184Kb)
[img] Text (Bab IV)
4KOM02589.pdf

Download (151Kb)

Abstract

Judul penelitian ini adalah strategi komunikasi instruksional di SMA Tarakanita Magelang. Orientasi komunikasi instruksional lebih banyak kepada orangorang yang belajar, bukan kepada pihak yang mengajar. Pengajar berkedudukan sebagai motivator, pembina, dan pembimbing bagi sasarannya. Sasaran juga diharapkan lebih aktif mencari dan melaksanakan arahan-arahan dari pengajarnya. Proses komunikasi instruksional diciptakan secara wajar, akrab, dan terbuka dengan ditunjang oleh faktor-faktor pendukung lainnya, baik sebagai sarana maupun sebagai fasilitas lain, dengan tujuan supaya mempunyai efek perubahan perilaku pada pihak sasaran. Berdasarkan hal tersebut, strategi komunikasi sangat dibutuhkan dalam proses instruksional. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah beberapa orang guru SMA Tarakanita Magelang. Fokus penelitian ini adalah pihak komunikator. Oleh karena itu, subyek penelitian utama adalah para guru. Lokasi penelitian di SMA Tarakanita Magelang, Jawa Tengah. Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang didapat langsung dari sumbernya. Data sekunder adalah data yang sebelumnya telah dilaporkan dan dikumpulkan oleh orang lain. Data sekunder tersebut dapat diperoleh dari bukubuku, jurnal, sumber dari internet, dan sebagainya. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik guru, siswa dan hubungan antara guru dan siswa terjalin dengan baik sehingga mempunyai peran positif dalam berhasilnya proses instruksional. Hal yang menjadi hambatan dalam strategi komunikasi dalam proses instruksional adalah kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Lemahnya motivasi belajar dari siswa untuk belajar mengindikasikan kurang berhasilnya peran guru menjadi motivator bagi siswa sehingga hal ini perlu mendapat catatan tersendiri. Secara umum, strategi yang digunakan oleh setiap guru berbedabeda sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Setiap strategi yang digunakan disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan. Strategi ini berisi tentang metode, teknik, dan taktik. Strategi ini akan menunjang berlangsungnya proses instruksional.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Strategi Komunikasi, Guru, Siswa, Proses Instruksional
Subjects: Komunikasi > Public Relations
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 19 Jun 2013 11:26
Last Modified: 19 Jun 2013 11:26
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/2333

Actions (login required)

View Item View Item