JURNALISME DAMAI DALAM PEMBERITAAN KERUSUHAN TEMANGGUNG (Analisis Isi Kuantitatif terhadap Pemberitaan Kerusuhan Temanggung di Harian Suara Merdeka pada Bulan Februari-Juli 2011)

Hutagalung, Ratna Ayu Novita Br (2013) JURNALISME DAMAI DALAM PEMBERITAAN KERUSUHAN TEMANGGUNG (Analisis Isi Kuantitatif terhadap Pemberitaan Kerusuhan Temanggung di Harian Suara Merdeka pada Bulan Februari-Juli 2011). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0KOM03226.pdf

Download (2279Kb)
[img] Text (Bab I)
1KOM03226.pdf

Download (1436Kb)
[img] Text (Bab II)
2KOM03226.pdf
Restricted to Registered users only

Download (563Kb)
[img] Text (Bab III)
3KOM03226.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3068Kb)
[img] Text (Bab IV)
4KOM03226.pdf

Download (4Mb)

Abstract

Di Indonesia, konflik bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) kerap kali terjadi dan menghiasi media massa. Salah satu unsur SARA yang sering memicu dan menimbulkan konflik adalah agama. Tahun 2011, beberapa konflik bernuansa agama yang terjadi salah satunya adalah konflik di Temanggung yang berupa kerusuhan dengan perusakan tempat ibadah dan alat transportasi. Dalam memberitakan kerusuhan yang terjadi di Temanggung, media mempunyai beberapa peran penting. Media dapat berperan memperuncing pemberitaan konflik atau sebaliknya media dapat berperan sebagai jalur perdamaian agar konflik tersebut tidak memanas kembali. Dalam penelitian, peneliti menggunakan berita kerusuhan Temanggung yang dimuat di Harian Suara Merdeka sebagai objek penelitian. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis isi kuantitatif. Penelitian analisis isi kuantitatif bertujuan melihat pesan yang tampak pada berita yang dimuat media. Penelitian ini melihat pesan yang tampak dalam berita kerusuhan Temanggung di Harian Suara Merdeka pada bulan Februari-Juli 2011. Selanjutnya, peneliti juga menggunakan pendekatan jurnalisme damai yang dikenalkan oleh Johan Galtung pada tahun 1970-an. Pendekatan jurnalisme damai adalah sebuah pendekatan yang mengarahkan perdamaian ketika meliput peristiwa konflik. Tujuan pendekatan ini adalah memetakan konflik, mengidentifikasi semua pihak-pihak yang terlibat, dan menganalisisnya. Jurnalisme damai memandang konflik sebagai sebuah masalah dan berusaha mencari solusi melalui pemberitaan. Ada empat orientasi dalam jurnalisme damai, yaitu orientasi pada perdamaian, orientasi pada kebenaran, orientasi pada masyarakat dan orientasi pada penyelesaian. Empat orientasi tersebut diturunkan kembali menjadi unit analisis yang digunakan untuk menganalisis berita. Pada akhirnya, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Harian Suara Merdeka belum menggunakan pendekatan jurnalisme damai dalam memberitakan kerusuhan Temanggung pada bulan Februari-Juli 2011. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian di mana Harian Suara Merdeka belum memenuhi kategori dari setiap orientasi dalam jurnalisme damai. Walaupun Harian Suara Merdeka belum menggunakan pendekatan jurnalisme damai, bukan berarti Harian Suara Merdeka menerapkan jurnalisme perang dalam memberitakan peristiwa kerusuhan Temanggung.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Kerusuhan, Jurnalisme Damai, Analisis Isi Kuantitatif.
Subjects: Komunikasi > Jurnalisme
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 11 Apr 2013 09:10
Last Modified: 01 May 2013 09:35
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/240

Actions (login required)

View Item View Item