EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM PERDESAAN DI KABUPATEN KUDUS

Krisnawan, Budi Heru (2010) EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM PERDESAAN DI KABUPATEN KUDUS. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS11562.pdf

Download (1685Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS11562.pdf

Download (1886Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS11562.pdf

Download (58Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS11562.pdf
Restricted to Registered users only

Download (60Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS11562.pdf
Restricted to Registered users only

Download (50Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS11562.pdf
Restricted to Registered users only

Download (127Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TS11562.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5Mb)

Abstract

Bertumbuhnya keadaan ekonomi ditandai dengan bertambahnya jumlah kendaraan pribadi di Kabupaten Kudus karena kenaikan daya beli masyarakat ditambah dengan kredit lunak sepeda motor yang sangat marak didapati saat ini. Akibatnya jumlah penumpang angkutan umum menurun yang berdampak pada banyaknya armada angkutan umum perdesaan yang beroperasi dengan sedikit penumpang. Pengumpulan data sekunder meliputi, peta rute angkutan perdesaan dan jumlah armada angkutan perdesaan. Pengumpulan data primer berupa kinerja angkutan yang meliputi: jumlah penumpang naik turun, waktu tiba/keberangkatan angkutan, dan panjang trayek angkutan perdesaan. Pengumpulan data dilakukan pada jam sibuk pagi hari dan jam sibuk siang hari, dan dilaksanakan selama 3 hari, yaitu hari Sabtu, Minggu dan Senin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja angkutan umum perdesaan di Kabupaten Kudus, didasarkan pada standar World Bank, Peraturan Pemerintah, dan Departemen Perhubungan. Hasil penelitian pada tiga trayek di Terminal Jati Kudus ini menunjukkan bahwa: jumlah penumpang diperoleh rata-rata masing-masing sebesar 18 penumpang untuk jalur 1(Jati-Jetak), 24 penumpang untuk jalur 2 (Jati-Colo), dan 25 penumpang untuk jalur 3 (Jati-Bareng). Nilai load factor rata-rata sebesar 29,30 %, angka ini masih dibawah standar Pemerintah yaitu sebesar 70 %. Kecepatan rata-rata adalah 17,76 km/jam. Kecepatan rata-rata ini masih di bawah dari standar pemerintah, yaitu untuk daerah kurang padat sebesar 25 km/jam. Headway rata-rata sebesar 11,85 menit. Angka ini sudah sesuai dengan standar pemerintah yaitu 10-20 menit. Untuk jumlah armada pada masing-masing trayek ini mengalami kelebihan armada. Agar seluruh armada dapat beroperasi maka perlu dilakukan pengaturan jadwal operasi. Pengaturan jadwal operasi angkutan dilakukan dengan, untuk jalur 1 (Jati-Jetak) yang memiliki jumlah armada 105 unit, dibutuhkan hanya 4 angkutan maka untuk masing-masing angkot dapat beroperasi 1 kali dalam sebulan. Untuk jalur 2 (Jati-Colo) yang memiliki jumlah armada 78 unit, dibutuhkan 12 angkutan maka untuk masing-masing angkutan hanya beroperasi 1 kali dalam seminggu. Sementara untuk jalur 3 (Jati-Bareng) yang memiliki jumlah armada 99 unit, dibutuhkan 8 angkutan maka untuk masing-masing angkutan dapat beroperasi 1 kali dalam 2 minggu.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: load factor, evaluasi, kinerja, angkutan perdesaan
Subjects: Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 26 Jun 2013 11:03
Last Modified: 26 Jun 2013 11:03
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/2546

Actions (login required)

View Item View Item