PROFILING DIPO ALAM PADA SKH MEDIA INDONESIA Studi Analisis Framing Profiling Dipo Alam dalam Pemberitaan SKH Media Indonesia Mengenai Kasus Pemboikotan Tiga Media Nasional

Ariesti, Bithari Viciana (2012) PROFILING DIPO ALAM PADA SKH MEDIA INDONESIA Studi Analisis Framing Profiling Dipo Alam dalam Pemberitaan SKH Media Indonesia Mengenai Kasus Pemboikotan Tiga Media Nasional. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0KOM03400.pdf

Download (728Kb)
[img] Text (Bab I)
1KOM03400.pdf

Download (1183Kb)
[img] Text (Bab II)
2KOM03400.pdf
Restricted to Registered users only

Download (488Kb)
[img] Text (Bab III)
3KOM03400.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3333Kb)
[img] Text (Bab IV)
4KOM03400.pdf

Download (867Kb)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frame SKH Media Indonesia dalam melakukan profiling Dipo Alam terkait dengan pemboikotan media kritis nasional yang ia lakukan. Penelitian diharapkan dapat bermanfaat, antara lain, 1) Memberikan sumbangan untuk ilmu komunikasi dan referensi bagi penelitian sejenis atau selanjutnya, terutama penelitian tentang profiling tokoh public dengan menggunakan metode analisis framing. 2) Penelitian ini diharapkan dapat membuka wawasan bagi pembaca dan menambah pengetahuan tentang frame media dalam melakukan konstruksi dari sebuah realita. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan untuk ilmu komunikasi, khususnya bagi para pekerja media cetak. Penelitian ini melalui tahap level teks yang diteliti dengan menggunakan model framing Gamson dan Modigliani. Selain itu tahap level konteks dengan cara wawancara wartawan dan redaktur SKH Media Indonesia. Kedua tahap ini kemudian digabungkan untuk menemukan frame besar SKH Media Indonesia dalam melakukan profiling terhadap Dipo Alam. Berdasarkan hasil penelitian ini, telah didapatkan tiga citra Dipo Alam dalam SKH Media Indonesia terkait kasus pemboikotan media. Pertama, Dipo Alam diberitakan bersalah karena telah menyalahi kewenangan sebagai Seskab dengan memboikot media. Hal ini bertentangan dengan UUD 1945 karena telah berusaha merenggut kebebasan pers. Kedua, Dipo Alam diprofilkan sebagai orang yang arogan, memiliki kekurangdewasaan politik, dan alergi kritik. Hal ini terbukti dengan ia tidak bisa menerima kritik dari media untuk pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga ia melakukan pemboikotan. Ketiga, Dipo Alam diprofilkan sebagai seorang pembela Presiden dengan berusaha memboikot media yang menjelek-jelekkan pemerintahan.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Komunikasi > Jurnalisme
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 11 Apr 2013 09:47
Last Modified: 11 Apr 2013 09:47
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/258

Actions (login required)

View Item View Item