ADVOKASI WALHI DIY TERHADAP KORBAN BENCANA YOGYAKARTA SELAMA TAHUN 2006 – 2008

Ningrum, Anggraheni Kusuma (2010) ADVOKASI WALHI DIY TERHADAP KORBAN BENCANA YOGYAKARTA SELAMA TAHUN 2006 – 2008. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0SOS02362.pdf

Download (906Kb)
[img] Text (Bab I)
1SOS02362.pdf

Download (91Kb)
[img] Text (Bab II)
2SOS02362.pdf

Download (62Kb)
[img] Text (Bab III)
3SOS02362.pdf
Restricted to Registered users only

Download (185Kb)
[img] Text (Bab IV)
4SOS02362.pdf
Restricted to Registered users only

Download (85Kb)
[img] Text (Bab V)
5SOS02362.pdf

Download (82Kb)

Abstract

Bagian dari pengakuan terhadap hak atas manusia adalah pemberian jaminan hukum yang sekuat-kuatnya bagi segenap warga negara tanpa kecuali. Salah satunya adalah advokasi sebagai proses melobi yang terfokus untuk mempengaruhi para pembuat kebijakan secara langsung, khususnya terhadap korban bencana alam Yogyakarta selama tahun 2006 -2008. Advokasi yang dilakukan WALHI DIY selain untuk memperjuangkan hak-hak para korban juga berusaha memandirikan / memberdayakan para korban untuk bisa bangkit dan siaga dalam menghadapi bencana. Dari hal tersebut yang menjadi rumusan masalah adalah: 1). Bagaimana advokasi yang dilakukan WALHI DIY terhadap korban bencana di Yogyakarta? 2). Bagaimana solusi WALHI DIY dalam mengatasi hambatan terkait dengan advokasi bencana?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi partisipatif pada saat internship. Konsep yang digunakan: 1). LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat); 2). Advokasi, dapat didefinisikan lebih sebagai proses melobi yang terfokus untuk mempengaruhi para pembuat kebijakan secara lansung; 3). Pengetahuan Bencana, Bencana terjadi ketika ada ancaman (bisa dari alam, ulah manusia, atau campuran keduanya) yang berpadu dengan kondisi rentan di masyarakat, dengan ancaman yang sama, dapat menimbulkan resiko yang berbeda tergantung tingkat kerentanannya. Dari hasil temuan lapangan dapat diperoleh bahwa advokasi yang dilakukan WALHI DIY meliputi 4 kawasan yaitu; 1). Kawasan Merapi mengenai TNGM (Taman Nasional Gunung Merapi), 2). Kawasan Menoreh mengenai penolakan pertambangan marmer oleh PT. Margola, 3). Kawasan Pesisir Selatan mengenai JLS (Jalur Lintas Selatan), 4). Kawasan Perkotaan mendesak pemerintah untuk mengelola hal-hal yang dapat mencermari lingkungan, salah satunya adalah masalah sampah di kawasan perkotaan. Identifikasi hambatan terkait advokasi WALHI adalah: 1). Hambatan Tahun 2006-2007 terkait Advokasi di Kawasan Pesisir Selatan adalah Pemerintah, 2). Hambatan Tahun 2005 terkait Advokasi di Kawasan Menoreh adalah Pemerintah dan keadaan tidak terduga, 3). Hambatan Tahun 2006 terkait Advokasi di Kawasan Perkotaan yaitu dari LSM WALHI sendiri, dan 4). Hambatan Tahun 2005-2006 terkait Advokasi di Kawasan Merapi adalah birokrasi dan pemerintah. Solusi WALHI DIY dalam mengatasi hambatan terkait advokasi bencana yaitu; 1). WALHI mendesak suatu kebijakan sesuai aspirasi masyarakat melalui lobby, hearing, dan kampanye, 2). WALHI DIY berusaha memperjuangkan hakhak dasar para korban dan mendesak pemerintah untuk lebih responsive dan antisipatif pada bencana beserta pada korbannya, 3). WALHI melakukan kegiatan mengevaluasi dan memonitoring, 4). WALHI juga berusaha mengubah kebijakan yang berkekuatan hukum tetap.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Advokasi, dan Bencana
Subjects: Sosiologi > Media
Divisions: Fakultas ISIP > Sosiologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 19 Jul 2013 10:26
Last Modified: 19 Jul 2013 10:26
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/3264

Actions (login required)

View Item View Item