EVALUASI KELAYAKAN TARIF ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DI SERANGBANTEN

GINTING, RIANA LIDWINA (2009) EVALUASI KELAYAKAN TARIF ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DI SERANGBANTEN. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS11857.pdf

Download (121Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS11857.pdf

Download (173Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS11857.pdf

Download (61Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS11857.pdf
Restricted to Registered users only

Download (55Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS11857.pdf
Restricted to Registered users only

Download (219Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS11857.pdf
Restricted to Registered users only

Download (98Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TS11857.pdf

Download (125Kb)

Abstract

Transportasi adalah sarana yang sangat mendukung perkembangan dan kemajuan suatu daerah, baik itu transportasi darat, laut maupun udara. Salah satu sarana perhubungan darat yang penting adalah angkutan umum. Defenisi angkutan umum menurut undang-undang No. 14 Tahun 1992 adalah angkutan untuk mana penggunanya dipungut bayaran. Bayaran yang dimaksud sering disebut dengan Tarif. Salah satu faktor dan informasi yang penting dalam pengelolaan angkutan umum adalah besarnya tarif. Tarif angkutan adalah suatu daftar yang memuat harga-harga untuk pemakai jasa angkutan yang disusun secara teratur dan dihitung menurut kemampuan angkutan. Tarif dapat ditentukan dengan menghitung biaya operasional kendaraan. Biaya operasional kendaraan adalah biaya yang dikeluarkan oleh penyedia jasa atau pengusaha angkutan untuk mengoperasikan armadanya. Penelitian ini dilaksanakan di Serang Banten dengan mengambil dua rute angkutan umum. Rute yang pertama yaitu Terminal Pakupatan-Terminal Rau (angkot 01) dan rute yang kedua adalah Terminal Pakupatan-Pasar Royal (angkot 02). Bedasarkan hasil penelitian dilapangan didapat biaya operasional yang dikeluarkan pengusaha angkutan umum selama satu bulan untuk angkot 01 adalah Rp 2.942.870,00 dan angkot 02 adalah Rp 3.266.678,00. Tarif berdasarkan biaya operasional kendaraan untuk angkot 01 adalah Rp 1.400,00 dan untuk angkot 02 adalah Rp 1.600,00. Tarif yang ditetapkan pemerintah dan yang berlaku di lapangan untuk angkot 01 adalah Rp 1.500,00,dan untuk angkot 02 adalah Rp 2.000,00. Terdapat perbedaan tarif antara tarif berdasarkan biaya operasional kendaraan dengan tarif yang berlaku di lapangan. Untuk angkot 01 terdapat perbedaan tarif Rp 100,00 sedangkan untuk angkot 02 terdapat perbedaan tarif Rp 400,00. Namun perbedaan tarif tersebut tidak terlalu besar sehingga tidak merugikan pihak konsumen selaku penumpang angkutan umum. Penerapan tarif angkutan umum yang diberlakukan oleh pemerintah di Serang Banten sudah sesuai dan tidak merugikan kedua belah pihak, baik itu produsen selaku penyedia jasa maupun konsumen selaku pemakai jasa. Namun, Pemerintah harus selalu mengadakan pengawasan terhadap angkutan umum agar para pengelola tidak seenaknya menerapkan tarif yang hanya memberikan keuntungan kepada satu pihak saja sehingga konsumen selaku penumpang merasa dirugikan.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: angkutan umum, tarif, biaya operasional kendaraan, rute
Subjects: Sipil > Manajemen Konstruksi
Sipil > Manajemen Konstruksi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 22 Jul 2013 09:28
Last Modified: 22 Jul 2013 09:28
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/3296

Actions (login required)

View Item View Item