TOKSISITAS FRAKSI EKSTRAK ETANOL DAUN HARENDONG BULU (Clidemia hirta (L.) D. Don) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST

Purba, Mega Rosita Boru (2024) TOKSISITAS FRAKSI EKSTRAK ETANOL DAUN HARENDONG BULU (Clidemia hirta (L.) D. Don) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

[img] Text (Mega Rosita Boru Purba)
200802116_Bab 0.pdf

Download (1MB)
[img] Text
200802116_Bab 1.pdf

Download (268kB)
[img] Text
200802116_Bab 2.pdf

Download (794kB)
[img] Text
200802116_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (554kB)
[img] Text
200802116_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
200802116_Bab 5.pdf

Download (2MB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan tumbuhan yang sangat tinggi dan digunakan sebagai obat tradisional serta bahan baku di industri farmasi. Kebutuhan masyarakat pada obat tradisional semakin meningkat sehingga memerlukan pengembangan Obat Bahan Alam (OBA) dengan daun harendong bulu (Clidemia hirta (L.) D. Don). Tujuan penelitian yaitu mengetahui senyawa metabolit sekunder dan mengetahui nilai LC50 yang terkandung didalam fraksi etil asetat dan air dari ekstrak etanol 70%. Daun harendong bulu diekstraksi lalu ekstrak yang didapatkan difraksinasi cair-cair dengan pelarut etil asetat dan air. Uji toksisitas dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test. Dalam uji toksisitas digunakan beberapa konsentrasi dari kontrol, ekstrak dan fraksi yaitu 50; 75; 100; 250; 500 µg/mL (ppm). Parameter toksisitas yang diamati yaitu mortalitas larva udang A. salina setelah 24 jam perlakuan ekstrak etanol 70%, fraksi etil asetat dan fraksi air daun harendong bulu pada tiap konsentrasi. Data diuji secara statistik menggunakan korelasi dan regresi serta analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 70%, fraksi etil asetat dan fraksi air daun harendong bulu memiliki efek toksik yang ditunjukkan dengan nilai LC50 dengan kategori “toksik” sebesar 130,32 µg/mL pada ekstrak etanol 70%, 190,19 µg/mL pada fraksi etil asetat dan ekstrak yang berpotensi dikembangkan sebagai obat bahan alam ekstrak fraksi air karena nilai LC50 lebih tinggi sebesar 198,82 µg/mL pada fraksi air. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, ekstrak etanol 70%, fraksi etil asetat dan fraksi air daun harendong bulu mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, fenolik, tanin serta menunjukkan kategori toksik.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Harendong bulu, Fitokimia, Fraksinasi, Toksisitas
Subjects: Teknobiologi > Tekno Industri
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor 5 uajy
Date Deposited: 10 Mar 2025 08:55
Last Modified: 10 Mar 2025 08:55
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/33676

Actions (login required)

View Item View Item