ANALISIS PERBAIKAN SISTEM KESELAMATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS : PT. PERWITA KARYA, YOGYAKARTA)

Nugroho, Novianto (2006) ANALISIS PERBAIKAN SISTEM KESELAMATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS : PT. PERWITA KARYA, YOGYAKARTA). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TI02719.pdf

Download (206Kb)
[img] Text (Bab I)
1TI02719.pdf

Download (106Kb)
[img] Text (Bab II)
2TI02719.pdf

Download (81Kb)
[img] Text (Bab III)
3TI02719.pdf
Restricted to Registered users only

Download (400Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TI02719.pdf
Restricted to Registered users only

Download (389Kb)
[img] Text (Bab V)
5TI02719.pdf
Restricted to Registered users only

Download (295Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TI02719.pdf

Download (1198Kb)

Abstract

Peningkatan produktivitas pekerja dan mewujudkan zero accident adalah salah satu permasalahan yang dihadapi PT. Perwita Karya, khususnya di bagian produksi. Terdapat beberapa alternatif perbaikan yang dapat dilakukan, yaitu: penerapan UU, perbaikan cara kerja, pelatihan/training, perbaikan tempat kerja dan inspeksi. Dari masing-masing alternatif terdapat kelebihan masing-masing, sehingga perlu dicari alternatif terbaik yang ditinjau dari kriteria pekerjaan, pekerja, tempat kerja, faktor peralatan dan mesin dan faktor organisasi. Peralatan utama dari model ini adalah sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya adalah persepsi manusia dan pengumpulan data menggunakan kuesioner sebanyak 13 orang manager dan mandor dari tiap bagian produksi PT. Perwita Karya. Metode analisis yang digunakan adalah analisis tingkat kecelakaan kerja dan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dihitung dengan program Expert Choice for Windows versi 9.0. Hasil dari analisis kecelakaan kerja tidak mengganggu produktivitas ( 1000) dan untuk analisis menggunakan AHP digunakan beberapa kriteria yaitu : kriteria pekerjaan ( 0,089), pekerja ( 0,355), tempat kerja (0,181), faktor peralatan dan mesin ( 0,239) dan faktor organisasi ( 0,137) didapatkan alternatif perbaikan yang paling baik dari seluruh alternatif perbaikan sistem K3 yang ada yaitu training ( 0,269). Secara global, nilai keseluruhan dari lima kriteria adalah 1, nilai untuk alternative training merupakan yang tertinggi diantara empat alternatif perbaikan sistem K3 yang lain yaitu: perbaikan tempat kerja ( 0,254), perbaikan cara kerja (0,239), inspeks (0,138), penerapan UU ( 0,10). Berdasarkan kriteria-kriteria diatas maka training merupakan alternatif perbaikan sistem K3 yang paling baik untuk diterapkan di PT.Perwita Karya, yaitu dengan keunggulannya pada kriteria pekerjaan, pekerja, faktor organisasi, sedang kelemahannya pada kriteria tenaga kerja dan faktor mesin dan alat.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknik Industri > Produksi
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 23 Aug 2013 08:16
Last Modified: 23 Aug 2013 08:16
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/3654

Actions (login required)

View Item View Item