AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus IFO 13276

KURNIAWAN, DENNY (2012) AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus IFO 13276. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0BL01017.pdf

Download (613Kb)
[img] Text (Bab I)
1BL01017.pdf

Download (185Kb)
[img] Text (Bab II)
2BL01017.pdf

Download (276Kb)
[img] Text (Bab III)
3BL01017.pdf
Restricted to Registered users only

Download (232Kb)
[img] Text (Bab IV)
4BL01017.pdf
Restricted to Registered users only

Download (496Kb)
[img] Text (Bab V)
5BL01017.pdf

Download (693Kb)

Abstract

Manggis adalah salah satu tanaman buah yang kulit buahnya memiliki kandungan senyawa bioaktif yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian bertujuan untuk melihat aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah manggis dengan variasi perlakuan usia buah dan kadar pengekstrak metanol terhadap Staphylococcus aureus, mengetahui sifat antibakteri dari ekstrak kulit buah manggis serta membandingkan tingkat keefektifan aktivitas antibakteri dari ekstrak kulit buah manggis pada konsentrasi optimum dengan ampisilin dan penisilin. Variasi usia buah yang digunakan adalah buah mentah, semi-masak dan masak berdasarkan warna kulit buah, sedangkan variasi kadar pengekstrak metanol yang digunakan adalah 50%, 75%, 86% dan 90%. Buah manggis diperoleh dari daerah Tawangmangu, Jawa Tengah. Ekstraksi senyawa bioaktif dalam kulit buah manggis dilakukan dengan metode ekstraksi menggunakan kombinasi pelarut metanol-air. Parameter uji aktifitas antibakteri adalah luas zona hambat yang terbentuk. Hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak kulit buah manggis menggunakan metanol 50% mampu menghambat pertumbuhan S. aureus lebih baik dibanding ekstrak menggunakan metanol75%, 86% dan 90%. Uji pembanding dengan antibiotik yang biasa digunakan, ampisilin dan streptomisin, ternyata ekstrak kulit buah manggis menggunakan metanol lebih tinggi aktifitasnya dibandingkan antibiotik streptomisin. Zona hambat terhadap S. aureus yang dihasilkan dari ekstrak kulit buah manggis optimum adalah 1,625 cm2, sedangkan untuk streptomisin dan ampisilin adalah 1,026 cm2 dan 0,504 cm2. Berdasarkan hasil uji sifat, sifat penghambatan ekstrak kulit buah manggis menggunakan metanol terhadap S. aureus adalah bakteriolitik. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa faktor perlakuan usia buah menghasilkan beda nyata, sedangkan faktor variasi kadar pengekstrak metanol tidak memberikan beda nyata terhadap luas zona hambat yang terbentuk. Interaksi antara kedua faktor tersebut juga tidak memberikan beda nyata terhadap luas zona hambat yang terbentuk.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Pangan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 12 Apr 2013 10:48
Last Modified: 12 Apr 2013 10:48
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/368

Actions (login required)

View Item View Item