LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAMPUNG BATIK VERTIKAL DI PANGGUNGHARJO, SEWON, BANTUL

Sutungpol, Niwan (2013) LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAMPUNG BATIK VERTIKAL DI PANGGUNGHARJO, SEWON, BANTUL. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TA13011.pdf

Download (727Kb)
[img] Text (Bab I)
1TA13011.pdf

Download (298Kb)
[img] Text (Bab II)
2TA13011.pdf

Download (898Kb)
[img] Text (Bab III)
3TA13011.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2648Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TA13011.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1622Kb)
[img] Text (Bab V)
5TA13011.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4Mb)
[img] Text (Bab VI)
6TA13011.pdf

Download (3603Kb)

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan budaya milik Indonesia yang telah memperoleh pengakuan dari UNESCO sejak 2 Oktober 2009. Namun ironis, sebagai negara asal dari batik, perkembangan batik justru tidak diimbangi oleh regenerasi para pekerja batik, sehingga pekerja batik terus berkurang dari waktu ke waktu. Padahal saat ini, di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di kabupaten Bantul, kualitas batik cap dan batik tulis dengan pewarnaan alami telah menjadi andalan ekspor ke beberapa negara seperti Cina, Korea Selatan, dan India. Hingga saat ini, kabupaten Bantul tidak memiliki suatu "magnet" yang menguatkan bahwa Bantul merupakan kota batik berkualitas sejak Kerajaan Mataram di abad ke-17, sehingga tempat produksi batik berupa kampung batik yang tersebar di 4 kecamatan seringkali sepi pengunjung. Oleh karena itu, diperlukan suatu Gerbang Kawasan yang mampu menjadi media promosi kampung-kampung batik tersebut agar tetap lestari. Gerbang Kawasan ini berupa bangunan kampung dengan konstruksi 4 lantai yang ditempatkan di jalan Parangtritis km.7, desa Panggungharjo, Sewon, Bantul. Bangunan ini mengintegrasikan ruang dalam pada kegiatan hunian, produksi dan galeri secara selaras berdasarkan pendekatan filosofis kosmologi masyarakat Jawa. Proses studi permasalahan diatas dilakukan secara deduktif yang dimulai dengan landasan dan teori umum, kemudian ditarik kesimpulan untuk diwujudkan pada integrasi ruang dalam Kampung Batik Vertikal secara selaras. Konsep integrasi mengadaptasi kosmologi pada konfigurasi rumah Jawa, berupa pendopo, pringgitan, dan ndalem, yang diterapkan pada kegiatan hunian, produksi, dan galeri. Sementara itu, konsep selaras mengadaptasi dan mengembangkan pemikiran masyarakat Jawa melalui ungkapan "Memayu Hayuning Bawana", yang kemudian diwujudkan secara selaras dengan lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi di sekitar tapak. Harapannya, landasan konseptual perencanaan dan perancangan pada skripsi ini dapat membangkitkan semangant para mahasiswa, akademisi, dan praktisi untuk ikut peduli dan melestarikan perkampungan batik, beserta produknya. Sehingga pada akhirnya batik tetap lestari, para pekerja batik sejahtera, dan menjadi warisan budaya Indonesia yang terus dibanggakan untuk selamanya.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: kampung, batik, vertikal, filosofi, kosmologi, Jawa, integrasi, selaras, ruang dalam, hunian, produksi, galeri
Subjects: Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 19 Sep 2013 12:14
Last Modified: 19 Sep 2013 12:24
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/3875

Actions (login required)

View Item View Item