LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN MUSEUM BATIK DI YOGYAKARTA

Wijayanti, Diorita (2005) LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN MUSEUM BATIK DI YOGYAKARTA. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TA10806.pdf

Download (325Kb)
[img] Text (Bab I)
1TA10806.pdf

Download (332Kb)
[img] Text (Bab II)
2TA10806.pdf

Download (823Kb)
[img] Text (Bab III)
3TA10806.pdf
Restricted to Registered users only

Download (784Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TA10806.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3078Kb)
[img] Text (Bab V)
5TA10806.pdf

Download (1743Kb)

Abstract

Keberadaan Museum Batik di Yogyakarta merupakan jawaban bagi perkembangan kehidupan batik, dimana keberadaan Museum Batik di Yogyakarta itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan aspirasi masyarakat terhadap perkembangan batik, dan juga sebagai media komunikasi antar pembatik lewat karya seninya dengan masyarakat umum, juga merupakan sarana untuk menjaga kelestarian benda-benda batik kuno. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana menciptakan Museum Batik yang edukatif dan rekreatif, sehingga dapat merangsang minat pengunjung dalam menikmati materi koleksi museum. Sebagai wadah yang memberikan pelayanan yang bersifat edukatif dan rekreatif Museum Batik ini ditekankan pada suasana ruang yang bersifat edukatif dan rekreatif yang dicapai melalui pengolahan sirkulasi dan elemen-elemen arsitektural yang diterapkan pada sebuah fungsi ruang yang akan diwadahinya. Suasana edukatif diwujudkan dengan penyusunan ruang pamer yang menekankan pada keteraruran diterapkan pada pola sirkulasi yang linear. Suasana rekreatif dalam Museum Batik diwujudkan dengan memeberikan perbedaan ketinggian lantai, perbedaan tekstur, dan pola tertentu pada tiap ruang pamer. Didalam museum ini pengujung dapat menikmati sekaligus menambah wawasan serta pengetahuannya melalui metoda penyajian yang komunikatif, baik berupa diorama, gambar, replika, ataupun secara utuh. Materi-materi pamer tersebut disajikan secara berurutan menurut tahun pembuatan dari yang lebih tua umurnya ke yang lebih muda umurnya. Bentuk serta penampilan bangunan Museum Batik, menggunakan pedekatan "cap" yang merupakan alat untuk membatik yang diterapkan untuk ruang utama yaitu ruang pamer. Dengan demikian pengunjung dapat mempunyai kesan tersendiri terhadap Museum Batik yang menggunakan konsep pada suasana ruang yang edukatif dan rekreatif serta dapat menjadi sumber inspirasi bagi para penggemar batik khususnya.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 29 Oct 2013 11:27
Last Modified: 29 Oct 2013 11:27
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/4184

Actions (login required)

View Item View Item