MUTU IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis C.) DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL DAN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Milo, Mariana Susanti (2013) MUTU IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis C.) DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL DAN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0BL01102.pdf

Download (1423Kb)
[img] Text (Bab I)
1BL01102.pdf

Download (264Kb)
[img] Text (Bab II)
2BL01102.pdf

Download (77Kb)
[img] Text (Bab III)
3BL01102.pdf
Restricted to Registered users only

Download (215Kb)
[img] Text (Bab IV)
4BL01102.pdf
Restricted to Registered users only

Download (811Kb)
[img] Text (Bab V)
5BL01102.pdf

Download (2071Kb)

Abstract

lkan tongkol (Euthynnus affinis C.) merupakan ikan dengan nilai ekonomis tinggi. Penanganan ikan tongkol di Indonesia masih belum baik dari penangkapan sampai pemasaran. Ikan tongkol memiliki kandungan protein yang tinggi yaitu 26,2 mg/100g dan kaya akan kandungan asam lemak omega-3 . Ikan cepat mengalami proses pembusukan disebabkan oleh bakteri dan perubahan kimiawi pada ikan mati. Kesegaran ikan merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan keseluruhan mutu suatu produk perikanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui mutu (parameter mikrobiologis, kimia, dan organoleptik) ikan tongkol yang dijual di Pasar tradisional, Pasar modern, dan Tempat Pelelangan Ikan di Kabupaten Gunung Kidul dan Sleman DIY, mengetahui apakah terdapat perbedaan kualitas ikan tongkol (Euthynnus affinis C.) yang dijual di Pasar Tradisional, Pasar Modern, dan Tempat Pelelangan Ikan, dan mengetahui apakah kualitas ikan tongkol memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Sampel diperoleh dengan cara membeli layaknya pembeli pada umumnya. Pengujian dilakukan pada 15 sampel ikan tongkol yaitu dengan uji mikrobiologis (parameter ALT, Coliform, dan Vibrio parahaemolyticus), uji TVB, dan uji organoleptik. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada 15 sampel ikan tongkol di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul DIY, ikan tongkol di Kabupaten Gunungkidul dan Sleman DIY buruk berdasarkan parameter mikrobiologis dan kimia karena jumlah Coliform 100% melebihi ambang batas, tiga sampel mengandung bakteri Escherichia coli, enam sampel mengandung bakteri Vibrio parahaemolyticus, dan 53,33% sampel tidak layak konsumsi berdasarkan nilai TVB. Terdapat perbedaan kualitas ikan tongkol yang dijual di Pasar Tradisional, Pasar Modern, dan Tempat Pelelangan Ikan berdasarkan hasil uji organoleptik yaitu 33,33% sampel baik secara fisik (agak segar) berasal dari Pasar Tradisional dan Tempat Pelelangan Ikan; 66,67% sampel buruk secara fisik (tidak segar) berasal dari Pasar Modern dan Tempat Pelelangan Ikan. Kualitas ikan tongkol yang dijual di Pasar Tradisional, Tempat Pelelangan Ikan, dan Pasar Modern DIY belum memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan berdasarkan parameter karena jumlah Coliform 100% melebihi ambang batas.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Pangan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 21 Nov 2013 08:47
Last Modified: 21 Nov 2013 08:47
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/4380

Actions (login required)

View Item View Item