RESEPSI PEMBACA SKH KEDAULATAN RAKYAT MENGENAI ISU PEMBERANTASAN PREMANISME PASKA PENYERANGAN LAPAS CEBONGAN

Karensa, Johanes Edo Nur (2014) RESEPSI PEMBACA SKH KEDAULATAN RAKYAT MENGENAI ISU PEMBERANTASAN PREMANISME PASKA PENYERANGAN LAPAS CEBONGAN. S1 thesis, UAJY.

[img]
Preview
Text (Halaman Judul)
0KOM03742.pdf

Download (432kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab I)
1KOM03742.pdf

Download (765kB) | Preview
[img] Text (Bab II)
2KOM03742.pdf
Restricted to Registered users only

Download (589kB)
[img] Text (Bab III)
3KOM03742.pdf
Restricted to Registered users only

Download (815kB)
[img]
Preview
Text (Bab IV)
4KOM03742.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Cebongan, Sleman oleh oknum Kopassus melahirkan isu pemberantasan premanisme yang ramai diperdebatkan oleh masyarakat. Kelompok pro menyatakan bahwa Kopassus sudah berjasa menumpas premanisme di Yogyakarta. Sementara itu, kelompok kontra berpendapat oknum Kopassus ini melanggar HAM, dan pemberantasan premanisme hanya pengalihan isu media massa. Di SKH Kedaulatan Rakyat, pemberitaan isu pemberantasan premanisme disajikan sebagai tajuk-tajuk utama. Pemberitaan, kolom „Analisis‟, hingga rubrik SMS „Suara Rakyat‟ menyajikan dukungan terhadap pemberantasan premanisme. Informasi demikian tentu akan membentuk bagaimana pembaca memahami realitas sosial yang disajikan oleh media massa. Namun, pembaca bukan merupakan individu-individu yang memaknai informasi yang diserap secara linear dan dari sumber tunggal. Ada kemungkinan, pembaca mengelaborasikan informasi dari media massa dengan informasi yang didapatkan dari lingkungan sosialnya untuk membentuk pemahaman baru. Kerangka resepsi Carolyn Michelle digunakan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai pemaknaan pembaca ini. Ciri khas kerangka ini adalah memisahkan pemaknaan pada level denotatif dan konotatif sekaligus memberikan evaluasi mengenai dampak hegemonik yang terjadi pada pembaca. Peneliti menemukan bahwa masing-masing informan memiliki pembacaan yang berbeda-beda mengenai isu pemberantasan premanisme. Ketiga informan memaknai teks dengan informasi yang dimiliki sebelumnya, semisal cerita yang didapatkan dari orang lain, pengalaman sehari-hari, pengetahuan maupun bacaan, hingga kemampuan analisa yang dimiliki. Resepsi Carolyn Michelle juga menunjukan bahwa respon dan makna yang muncul pada benak pembaca tidak kemudian sama dengan dampak hegemonik teks pada pembaca.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: resepsi, pemberantasan premanisme, Cebongan
Subjects: Komunikasi > Komunikasi
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 26 Jun 2014 09:19
Last Modified: 26 Jun 2014 09:19
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/5354

Actions (login required)

View Item View Item