BALANCED SCORECARD SEBAGAI SISTEM PENGUKURAN KINERJA DAN RERANGKA PERENCANAAN STRATEGIK (Studi Kasus pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk)

TRI NUGROHO WURDIYATMANTO, PAULUS (2008) BALANCED SCORECARD SEBAGAI SISTEM PENGUKURAN KINERJA DAN RERANGKA PERENCANAAN STRATEGIK (Studi Kasus pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
EM014635.pdf

Download (767Kb)
[img] Text (Bab I)
EM114635.pdf

Download (187Kb)
[img] Text (Bab II)
EM214635.pdf

Download (289Kb)
[img] Text (Bab III)
EM314635.pdf

Download (192Kb)
[img] Text (Bab IV)
EM414635.pdf
Restricted to Registered users only

Download (706Kb)
[img] Text (Bab V)
EM514635.pdf
Restricted to Registered users only

Download (327Kb)
[img] Text (Bab VI)
EM614635.pdf

Download (298Kb)

Abstract

Sistem pengukuran kinerja merupakan sesuatu yang sangat penting bagi sebuah perusahaan. Selain dapat digunakan untuk menilai keberhasilan dari perusahaan tersebut, juga dapat digunakan untuk menyusun strategi yang tepat bagi perusahaan dimasa yang akan datang. Sistem pengukuran kinerja dengan menggunakan tolok ukur finansial saat ini dirasakan tidaklah cukup karena hanya dapat mengukur kinerja masa lampau saja. Yang dibutuhkan oleh manajemen adalah suatu alat ukur yang dapat menuntun dan mengevaluasi strategi untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Selain itu, tolok ukur finansial juga tidak dapat mengukur aset-aset perusahaan yang intangible yang diperlukan untuk pencapaian visi dan misi perusahaan. Konsep Balanced Scorecard menggabungkan penggunaan tolok ukur finansial dan non-finansial, baik sebagai outcome measures, maupun sebagai performance drivers dari sasaran strategik yang digunakan perusahaan. Konsep Balanced Scorecard juga menggambarkan hubungan sebab-akibat dari keempat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian dilakukan pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM). Dari penelitian tersebut, dapat ditarik kesimpulan: kinerja perusahaan di perspektif finansial dapat dikatakan baik dengan adanya peningkatan rasio yang diukur; kinerja di perspektif pelanggan dapat dikatakan baik dengan adanya penambahan pelanggan baru, pangsa pasar, dan pelanggan yang tepuaskan; kinerja di perspektif proses bisnis internal dapat dikatakan baik dengan pelaksanaan inovasi oleh perusahaan, peningkatan proses operasi, dan proses layanan purna jual oleh perusahaan; dan kinerja di perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dapat dikatakan baik dengan adanya peningkatan produktivitas SDM dan peningkatan jumlah karyawan yang mengikuti pelatihan.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Balanced Scorecard, kinerja, keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan.
Subjects: Manajemen > SDM dan Organisasi
Divisions: Fakultas Ekonomi > Manajemen
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 28 Nov 2014 13:52
Last Modified: 28 Nov 2014 13:52
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/6377

Actions (login required)

View Item View Item