PENGARUH KOMPOSISI BATU APUNG DAN BATU PECAH SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON RINGAN

Asmono, Andreas Hendra Widi (2015) PENGARUH KOMPOSISI BATU APUNG DAN BATU PECAH SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON RINGAN. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
TS013905.pdf

Download (1194Kb)
[img] Text (Bab I)
TS113905.pdf

Download (216Kb)
[img] Text (Bab II)
TS213905.pdf

Download (283Kb)
[img] Text (Bab III)
TS313905.pdf

Download (323Kb)
[img] Text (Bab IV)
TS413905.pdf
Restricted to Registered users only

Download (699Kb)
[img] Text (Bab V)
TS513905.pdf
Restricted to Registered users only

Download (555Kb)
[img] Text (Bab VI)
TS613905.pdf

Download (1436Kb)

Abstract

Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis (density) lebih ringan daripada beton pada umumnya. Beton ringan dapat dibuat dengan berbagai cara antara lain adalah dengan menggunakan agregat ringan seperti batu apung, fly ash, expanded polystyrene, dan lain sebagainya. Beton ringan struktural memiliki berat jenis antara 1440 kg/m3 - 1850 kg/m3 dengan kuat tekan beton umur 28 hari berkisar > 17,24 MPa. Komposisi agregat kasar batu apung sebagai varian dalam penelitaian ini sebesar 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% terhadap substitusi agregat kasar batu pecah. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan, modulus elastisitas, kuat tarik belah, berat jenis dan serapan air beton ringan dengan penambahan fly ash dan Sikament LN. Kadar fly ash sebesar 20% dari berat semen dan Sikament LN sebanyak 1,5% dari berat semen. Bentuk benda uji yang digunakan untuk kuat tekan dan kuat tarik belah adalah silinder diameter 15 cm, tinggi 30 cm, serta serapan air berbentuk silinder diameter 7 cm, tinggi 15 cm. Kuat tekan diuji pada umur beton 28 hari dan 56 hari. Kuat tarik belah, modulus elastisitas dan serapan air diuji pada saat umur 28 hari. Hasil pengujian diperoleh nilai kuat tekan rata-rata pada umur 28 hari dengan substitusi batu apung 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% berturut-turut adalah 41,457 MPa, 18,498 MPa, 10,346 MPa, 14,808 MPa, 14,150 MPa. Kuat tekan rata-rata beton umur 56 hari berturut-turut adalah 46,247 MPa, 38,895 MPa, 21,337 MPa, 17,923 MPa, 15,639 MPa. Kuat tekan maksimum pada beton normal (substitusi batu apung 0%). Pengujian kuat tarik belah dengan dengan substitusi batu apung 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% berturut-turut adalah 4,031 MPa, 2,959 MPa, 2,650 MPa, 2,489 MPa dan 2,071 MPa. Kuat tarik belah maksimum pada beton normal. Pengujian modulus elastisitas diperoleh nilai modulus elastisitas rata-rata pada umur 28 hari dengan substitusi batu apung 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% berturut-turut adalah 30.834,777 MPa, 31.419,047 MPa, 19.680,246 MPa, 15.602,228 MPa, dan 10.369,389 MPa. Modulus elastisitas tertinggi pada substitusi batu apung sebesar 25%. Berat jenis maksimum beton ringan pada beton dengan substitusi batu apung 100% sebesar 1766,824 kg/m3.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Beton ringan, batu apung, fly ash, Sikament LN, kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas, berat jenis
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 25 Mar 2015 08:35
Last Modified: 25 Mar 2015 08:35
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/7081

Actions (login required)

View Item View Item