ASPEK BISNIS DAN HUKUM: PELUNCURAN PRODUK BARU NISSAN GRAND LIVINA

Tjahaya, Johan (2009) ASPEK BISNIS DAN HUKUM: PELUNCURAN PRODUK BARU NISSAN GRAND LIVINA. S2 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0MIH01106.pdf

Download (174Kb)
[img] Text (Bab I)
1MIH01106.pdf

Download (137Kb)
[img] Text (Bab II)
2MIH01106.pdf

Download (649Kb)
[img] Text (Bab III)
3MIH01106.pdf
Restricted to Registered users only

Download (68Kb)
[img] Text (Bab IV)
4MIH01106.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5Mb)
[img] Text (Bab V)
5MIH01106.pdf

Download (2400Kb)

Abstract

Untuk dapat bertahan dalam dunia bisnis yang kondisi persaingannya terus meningkat, namun Nissan Grand Livina mampu menembus dominasi pasar Toyota dengan menggunakan produk yang telah dihasilkannya. Hal yang selama ini sangat diperhatikan PT. NMI untuk mempertahankan bisnis dalam jangka panjang yaitu dengan menyelaraskan sumber daya yang dimiliki dengan target market dan kondisi lingkungannya. PT. NMI mampu mentranformasi dirinya menjadi marketing company. Perusahaan menerapkan: (1) strategi market penetration untuk segmen MPV medium dan MPV low dan (2) product development, sehingga perusahaan mampu menciptakan sustainable competitive advantage. Penerapan strategi market penetration dan product development dikemas dalam strategi, taktik dan value (SW Triangle). Strategi market penetration menggunakan pendekatan maintaining the brand sehingga positioning-nya adalah romancing the brand. Marketing mix dilakukan dengan memberikan keyakinan konsumen bahwa harga yang ditawarkan merupakan good value, melakukan perbaikan terus-menerus terhadap produk, menjaga dan mengembangkan saluran distribusi yang sudah ada dan melakukan program loyalitas konsumen. Strategi product development menggunakan pendekatan other product dan other branding sehingga positioning-nya adalah new generation. Marketing mix dilakukan dengan memberi keyakinan konsumen bahwa harganya sesuai dengan kualitas produknya, melakukan inovasi produk, mendistribusikan produk pada saluran pemasaran modern dan melakukan trade promo dan konsumen promo sehingga terbentuk word of mouth antar konsumen. Adapun dari aspek hukum, partner lokal sebagai pihak debitur yang oleh undang- undang telah dibebankan dengan prestasi yang harus dilaksanakan perlu diberikan perlindungan hukum. Meskipun perjanjian bersifat sukarela, dalam pengertian bahwa debitur atas kehendaknya untuk menerbitkan perikatan bagi dirinya sendiri, namun tidak selayaknyalah jika debitur dibebankan suatu kewajiban yang berlebih, kecuali dengan sukarela hendak memenuhinya (Muljadi, Widjaja, 2003). Dikaitkan dengan pasal 1351 KUHPerdata yang menyatakan bahwa jika dalam suatu perjanjian dinyatakan suatu hal, dengan maksud untuk menjelaskan perikatan yang lahir dari perjanjian tersebut hal itu tidak dapat dianggap sebagai mengurangi atau membatasi kekuatan perjanjian menurut hukum, terhadap hal-hal yang tidak disebut dalam perjanjian tersebut. Ini berarti sesungguhnya isi dari suatu perjanjian tidak dapat diterapkan secara analogi satu terhadap yang lainnya, selama hal tersebut akan memberatkan debitur. Pada prinsipnya KUHPerdata memberikan perlindungan untuk kepentingan debitur agar ia tidak dikenakan beban yang berlebih atau yang terlalu berat hingga pada akhimya akan menyebabkan terjadinya pelanggaran terhadap asas itikad baik, sebagaimana yang dirumuskan dalam pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata. Oleh karena itu bilamana debitur merasa dirugikan dapat menuntut pembatalan perjanjian. Salah satu alasan pembatalan perjanjian yang dapat dilakukan adalah alasan penyalahgunaan keadaan.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: strategi market penetration untuk segmen MPV medium dan MPV low, romancing the brand. Marketing mix, new generation. Marketing mix , word of mouth antar konsumen ,pembatalan perjanjian
Subjects: Magister Ilmu Hukum > Hukum Bisnis
Divisions: Pasca Sarjana > Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 02 Sep 2015 08:26
Last Modified: 02 Sep 2015 08:26
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/7873

Actions (login required)

View Item View Item