PENGARUH UKURAN LOT TERHADAP MAKESPAN MINIMUM DALAM PENJADWALAN PRODUK MULTILEVEL

Pravita Sari, Monikha (2008) PENGARUH UKURAN LOT TERHADAP MAKESPAN MINIMUM DALAM PENJADWALAN PRODUK MULTILEVEL. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TI04161.pdf

Download (130Kb)
[img] Text (Bab I)
1TI04161.pdf

Download (104Kb)
[img] Text (Bab II)
2TI04161.pdf

Download (60Kb)
[img] Text (Bab III)
3TI04161.pdf

Download (101Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TI04161.pdf
Restricted to Registered users only

Download (91Kb)
[img] Text (Bab V)
5TI04161.pdf
Restricted to Registered users only

Download (246Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TI04161.pdf

Download (68Kb)

Abstract

Waktu produksi (makespan) sebanding dengan biaya produksi. Semakin panjang makespan, semakin besar pula biaya yang dibutuhkan. Untuk itulah perlu dilakukan penjadwalan untuk meminimasi makespan. Laboratorium Sistem Produksi Universitas Atma Jaya Yogyakarta melakukan suatu proyek penelitian jangka panjang mengenai pengaruh kompleksitas struktur produk, kompleksitas urutan proses, dan ratio antara waktu set up dan waktu run dalam minimasi makespan pada penjadwalan produk multilevel. Penelitian ini merupakan bagian dari proyek penelitian tersebut. Struktur produk yang dijadwalkan dalam penelitian ini memiliki 2 sampai 5 level dengan jumlah item maksimal dalam tiap level adalah 2 unit. Penjadwalan dalam penelitian ini dilakukan dengan menyusun Gantt Chart yang mengacu pada struktur produk, lot size, data set up time dan run time yang terangkum dalam routing file. Data set up time dan run time merupakan bilangan bulat dari 1 sampai 10 yang dibangkitkan secara acak. Lot size yang dijadwalkan adalah 2, 4, 5, dan 10. Dari hasil penjadwalan tersebut dapat diketahui makespan dari tiap lot size untuk kemudian dipilih makespan yang paling kecil. Ratio dihitung dari rata-rata waktu set up dibagi dengan rata-rata waktu run dikalikan dengan lot size. Ratio optimum yang dihitung dari lot size yang menghasilkan makespan minimum kemudian diuji dengan Anova Satu Arah untuk mengetahui apakah ada perbedaan antar ratio. Selain itu, uji Anova juga dilakukan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perbedaan ratio-ratio tersebut. Dari hasil penjadwalan dapat disimpulkan bahwa tiap BOM memilki lot size optimum. Lot size optimum dalam penelitian ini adalah 4, 5, dan 10. Dari hasil uji Anova dapat disimpulkan bahwa ratio optimum antar BOM berbeda. Perbedaan ratio dipengaruhi oleh kompleksitas BOM dilihat dari jumlah unit dalam BOM. Dengan demikian, jumlah unit dalam BOM mempengaruhi lot size optimum karena nilai rata-rata waktu set up dibagi rata-rata waktu run untuk semua ratio relatif tetap.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Scheduling-Production Management
Subjects: Teknik Industri > Produksi
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 18 Nov 2015 08:49
Last Modified: 18 Nov 2015 08:49
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/8384

Actions (login required)

View Item View Item