STUDI PENGARUH ASPEK RASIO SERAT KAWAT TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK DAN LENTUR BETON RINGAN

BAGAS DAMAR PRAKOSA, DIONYSIUS (2015) STUDI PENGARUH ASPEK RASIO SERAT KAWAT TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK DAN LENTUR BETON RINGAN. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS13794.pdf

Download (2714Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS13794.pdf

Download (369Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS13794.pdf

Download (323Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS13794.pdf

Download (1344Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS13794.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1869Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS13794.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1280Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TS13794.pdf

Download (3893Kb)

Abstract

Beton ringan merupakan hal yang sangat bermanfaat bagi dunia konstruksi terutama pada daerah yang memiliki potensi gempa yang besar. Pembuatan beton ringan dapat dilakukan dengan cara mengganti agregat krikil dengan agregat yang lebih ringan. Namun sifat beton yang getas, mengakibatkan beton sulit untuk menahan beban yang mengakibatkan gaya lentur. Oleh karena untuk mengurangi sifat getas tersebut digunakan baja tulangan, atau dengan mencampur serat (fiber) pada campuran beton yang berfungsi sebagai pengikat. Penelitian ini dilakukan untuk meninjau pengaruh penambahan fiber berdasarkan variasi aspek rasio terhadap perkuatan tekan, kuat tarik dan lentur beton ringan yang menggunakan agregat kasar berupa batu apung (pumice). Pada penelitian ini, digunakan faktor air semen sebesar 0,5 dan volume fraksi (Vf) fiber sebanyak 0,75% dari total berat beton. Agregat pumice yang digunakan berukuran maksimal 20 mm. Fiber yang digunakan memiliki kait (hooked) berdiameter 0,65 mm. Penelitian ini menggunakan beton ringan tanpa campuran serat sebagai pembanding. Sedangkan variasi aspek rasio yang digunakan pada penelitian ini sebesar 46,15 , 61,54 dan 76,92. Benda uji yang digunakan berupa 24 untuk masing-masing variasi sebanyak 6 benda uji (3 uji tekan dan 3 uji tarik) silinder berukuran diameter 150 mm dengan tinggi 300 mm, dan 12 benda uji untuk masing-masing variasi 3 benda uji berupa balok berukuran (100 x 100 x 500) mm untuk pengujian kuat lentur. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur beton, menunjukkan bahwa beton ringan tanpa menggunakan serat memiliki kekuatan secara urut sebesar 10,3397 MPa, 1,4270 MPa dan 1,4019 MPa. Sedangkan dengan penggunaan variasi aspek rasio, mengalami peningkatan untuk variasi 46,15 mengalami peningkatan menjadi 11,2769 MPa, 1,5328 MPa, dan 1,6365 MPa. Aspek rasio 61,54 menjadi 11,3248 MPa, 1,5380 MPa, dan 1,6462 MPa. Aspek rasio 76,92 menjadi 12,3657 MPa, 1,5786 MPa, dan 1,8586 MPa. Pertambahan kekuatan terbesar terjadi pada penambahan aspek rasio 76,92 untuk kuat tekan beton terjadi peningkatan sebesar 15,8988 %, kuat tarik belah sebesar 9,6034 % dan lentur 24,5726 %. Sedangkan untuk berat jenis beton terbesar dengan penggunaan aspek rasio 76,92 yaitu sebesar 1651,7704 kg/m3 dan masih tergolong dalam beton ringan sesuai dengan SK SNI 03-3449-2002.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Beton ringan, batu apung (pumice), beton serat (fiber), aspek rasio, volume fraksi, kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur.
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 16 Feb 2016 12:05
Last Modified: 16 Feb 2016 12:05
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/8790

Actions (login required)

View Item View Item