ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI DARI ASPEK TENAGA KERJA

SOTYARINI, BERNADETHA BERTY (2012) ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI DARI ASPEK TENAGA KERJA. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS12940.pdf

Download (1051Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS12940.pdf

Download (86Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS12940.pdf

Download (124Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS12940.pdf
Restricted to Registered users only

Download (182Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS12940.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS12940.pdf

Download (198Kb)

Abstract

Keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi bisa terjadi karena tidak tepatnya waktu yang direncanakan dan hal ini akan berpengaruh terhadap aspek lainnya yaitu biaya dan mutu. Menurut Olomolaiyle (1987), di dalam melaksanakan proyek konstruksi, penyiapan dan penyediaan sumber daya manusia (pekerja) adalah faktor utama yang sangat dominan dalam mewujudkan bentuk bangunan yang dibangun (dalam Tjundoko, 2011). Tenaga kerja dalam proyek konstruksi dapat memberi pengaruh terhadap mutu, waktu dan biaya proyek konstruksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi dari aspek tenaga kerja dan bagaimana persepsi responden terhadap faktor keterlambatan berdasarkan klasifikasi perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan membuat kuisioner yang berisi tentang faktor keterlambatan. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penyelesaian proyek konstruksi dari aspek tenaga kerja antara lain: disiplin tenaga kerja, keahlian, motivasi, komunikasi antartenaga kerja, presensi dan ketersediaan tenaga kerja. Kuesioner diberikan kepada perusahaan kontraktor klasifikasi perusahaan menengah dan besar yang ada di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Data kemudian diolah dan dianalisis. Analisis dilakukan berdasarkan nilai mean dan uji T. Hasil analisis mean menunjukkan bahwa faktor yang perlu diperhatikan dalam penyelesaian proyek konstruksi dari aspek tenaga kerja yaitu: tanggung jawab saat bekerja, penempatan tenaga kerja, koordinasi pemimpin (mandor atau pemimpin tukang) kepada anggotanya, kondisi lingkungan dan jumlah tenaga kerja dalam satu mandor. Pada analisis uji T, nilai signifikansi T yang didapatkan hasilnya lebih besar 0,05 sehingga, tidak terdapat perbedaan persepsi responden terhadap faktor keterlambatan dari aspek tenaga kerja berdasarkan klasifikasi perusahaan.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Keterlambatan, tenaga kerja, disiplin kerja
Subjects: Sipil > Manajemen Konstruksi
Sipil > Manajemen Konstruksi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 25 Apr 2013 11:02
Last Modified: 06 May 2013 11:16
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/929

Actions (login required)

View Item View Item