PERANCANGAN AIR SIDE FACILITIES BANDAR UDARA DOMINE EDUARD OSOK DI SORONG, PAPUA BARAT

FRETES, CHRISTIAN GERARD de (2012) PERANCANGAN AIR SIDE FACILITIES BANDAR UDARA DOMINE EDUARD OSOK DI SORONG, PAPUA BARAT. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS12963.pdf

Download (1269Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS12963.pdf

Download (371Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS12963.pdf
Restricted to Registered users only

Download (93Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS12963.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3097Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS12963.pdf
Restricted to Registered users only

Download (56Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS12963.pdf

Download (4Mb)
[img] Text (Bab VI)
6TS12963.pdf

Download (58Kb)

Abstract

Letak yang strategis, memiliki sumber daya alam yang melimpah, potensi sebagai kota industri, perdagangan dan jasa, serta peningkatan jumlah penumpang yang signifikan setiap tahunnya membuat Kota Sorong di Provinsi Papua Barat harus memiliki prasarana yang mampu mengakomodasi perkembangan kota di masayang akan datang. Bandar udara sebagai salah satu prasarana transportasi menjadi hal yang penting dalam menunjang perkembangan Kota Sorong di masa yang akan datang. Bandar Udara Domine Eduard Osok sebagai bandar udara terbesar di Kota Sorong bahkan di Semenanjung Kepala Burung Pulau Papua hanya maksimal mampu melayani operasi pesawat penumpang sejenis Boeing 737-300. Oleh karena itu penulis merencanakan air side facilities (fasilitas sisi udara) bandar udara yang mampu melayani pesawat penumpang yang lebih besar dalam hal ini Airbus A330-300, demi meningkatkan pelayanan serta mengakomodasi potensi Kota Sorong di masa yang akan datang. Perancangan air side ini meliputi perancangan geometri (panjang dan lebar) runway, taxiway dan apron sesuai ketentuan dalam ICAO (International Civil Aviation Organization) Annex-14 Aerodromes dan berdasarkan karakteristik pesawat rencana, serta perancangan tebal perkerasan lentur runway dengan menggunakan metode LCN (Load Classification Number) yang telah diakui oleh ICAO. Dalam metode LCN, kapasitas daya dukung perkerasan dinyatakan dalam angka LCN, demikian juga dengan pesawat yang dapat dicari nilai LCNnya. Dengan demikian bila angka LCN perkerasan landas pacu lebih besar daripada LCN pesawat, maka pesawat dapat mendarat di landas pacu itu dengan selamat. Berdasarkan hasil analisis dan perancangan yang dilakukan penulis, diperoleh kesimpulan bahwa runway harus diperpanjang dan apron harus diperlebar untuk dapat mengakomodasi pesawat acuan yaitu Airbus A330-300. Pelebaran apron ini diakomodasi dengan mengurangi panjang taxiway yang ada. Tebal perkerasan runway eksisting masih mampu melayani operasional pesawat Airbus A330-300.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Airbus A330-300, Air Side Facilities, Runway, Taxiway, Apron, Perkerasan Lentur (Flexible Pavement), ICAO Annex-14 Aerodromes, Metode LCN (Load Classification Number)
Subjects: Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 25 Apr 2013 13:46
Last Modified: 03 May 2013 13:20
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/936

Actions (login required)

View Item View Item