PENGARUH PENAMBAHAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK EDIBLE FILM DARI TEPUNG . BIJI KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus) SERTA APLIKASINYA PADA BUAH ANGGUR ( Vifis vinifera L.)

WARDHONO, ADRIANUS RADITYO (2001) PENGARUH PENAMBAHAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK EDIBLE FILM DARI TEPUNG . BIJI KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus) SERTA APLIKASINYA PADA BUAH ANGGUR ( Vifis vinifera L.). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0BL00450.pdf

Download (206Kb)
[img] Text (Bab I)
1BL00450.pdf

Download (96Kb)
[img] Text (Bab II)
2BL00450.pdf

Download (1251Kb)
[img] Text (Bab III)
3BL00450.pdf
Restricted to Registered users only

Download (473Kb)
[img] Text (Bab IV)
4BL00450.pdf

Download (1252Kb)
[img] Text (Bab V)
5BL00450.pdf

Download (649Kb)

Abstract

Protein biji kecipir dengan kandungan asam amino sulfur yang tinggi, yaitu sistein dan sistin, membantu pembentukan ikatan disulfida dalam pembuatan edible film. Sifat ini yang memungkinkan penggunaan tepung biji kecipir digunakan sebagai bahan dasar pembuatan edible film. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh penambahan CMC terhadap sifat fisik dan mekanis( ketebalan, kelarutan dalam air, perpanjangan, tensile strength dan laju transmisi uap air ) edible film dari tepung biji kecipir serta untuk mengetahui pengaruh pemberian edible film terhadap pengawetan buah anggur. Pembuatan edible film dilakukan dengan 4 variasi konsentrasi tepung biji kecipir yaitu 1, 2, 3, dan 4 %( b/v ); 4 variasi konsentrasi CMC yaitu 0,50; 0,75; 1, dan 1,25 %( b/v ). Derajat keasaman yang digunakan adalah pH 9. Pada pH 9 tersebut kelarutan tepung biji kecipir paling tinggi karena titik isoelektris tepung biji kecipir adalah pada pH 4,5. Sedangkan pemanasan larutan pada suhu 80°C selama 25 menit akan memperbaiki permeabilitas uap air, perpanjangan dan kekuatan renggang putus filmnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan semakin banyak CMC yang ditambahkan, maka dapat memperbaiki kekuatan dan kekompakan film sehingga dihasilkan edible film dengan sifat-sifat fisik dan mekanis yang baik. Pembuatan edible film dengan berbagai konsentrasi tepung biji kecipir memberikan pengaruh terhadap sifat-sifat fisik dan mekanis edible film yang dihasilkan. Adanya pelapisan edible film pada proses pengawetan buah anggur dapat menghambat laju transmisi uap air dari buah anggur, sehingga umur simpan buah anggur lebih panjang yaitu pada perlakuan suhu ruang dan suhu dingin, buah anggur yang dilapisi film mempunyai umur simpan lebih lama yaitu 21 dan 22 hari.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 28 Jun 2016 10:39
Last Modified: 28 Jun 2016 10:39
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9806

Actions (login required)

View Item View Item