PENGARUH PENAMBAHAN FOAMING AGENT ADT TERHADAP BETON DENGAN LIMBAH GENTING MERAH SEBAGAI AGREGAT HALUS

CHANDRA WIJAYA WIHARJO, BERNADUS (2016) PENGARUH PENAMBAHAN FOAMING AGENT ADT TERHADAP BETON DENGAN LIMBAH GENTING MERAH SEBAGAI AGREGAT HALUS. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS14181.pdf

Download (1323Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS14181.pdf

Download (232Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS14181.pdf

Download (127Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS14181.pdf

Download (471Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS14181.pdf
Restricted to Registered users only

Download (842Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS14181.pdf
Restricted to Registered users only

Download (314Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TS14181.pdf

Download (2203Kb)

Abstract

Dewasa ini, teknologi beton sebagai material konstruksi terus dikembangkan, salah satunya adalah beton foam. Beton foam dihasilkan dengan menambahkan busa yang dihasilkan dari foaming agent ke dalam adukan beton segar sehingga terbentuk gelembung-gelembung udara yang akan mengembangkan volume adukan beton. Hal ini akan menurunkan berat jenis beton pada volume yang sama dengan beton normal. Beton dengan berat jenis rendah memiliki keuntungan yaitu mengurangi massa bangunan jika digunakan pada komponen struktural. Salah satu metode untuk menurunkan berat jenis beton adalah penggunaan agregat dengan berat jenis rendah. Limbah genting merah merupakan salah satu pilihan agregat yang dapat digunakan untuk menurunkan berat jenis beton karena agregat genting merah memiliki berat jenis di bawah agregat normal. Selain itu, penggunaan limbah genting merah sebagai agregat juga merupakan salah satu pemanfaatan dan daur ulang limbah yang tadinya tidak memiliki nilai ekonomis. Pada penelitian ini digunakan foaming agent merk ADT dan limbah genting merah sebagai agregat halus untuk mendapatkan beton struktural dengan berat jenis yang lebih rendah dari beton normal. Penelitian ini menggunakan variasi foam sebesar 0%, 15%, 30%, dan 45% dari volume adukan beton. Benda uji terdiri dari 32 silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas, serta 8 silinder dengan diameter 7 cm dan tinggi 14 cm untuk pengujian kadar penyerapan beton. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 14 dan 28 hari. Pengujian modulus elastisitas dan penyerapan beton dilakukan pada umur 28 hari. Perencanaan adukan beton menggunakan SK SNI 03-2834-2000 dengan kuat tekan rencana 25 MPa. Dari hasil penelitian didapatkan Hasil kuat tekan rata-rata beton pada umur 14 hari untuk variasi foam 0%, 15%, 30%, dan 45% berturut-turut adalah 24,5833 MPa; 27,8162 MPa; 11,4549 MPa; dan 5,4416 MPa. Hasil kuat tekan rata-rata beton pada umur 28 hari untuk variasi foam 0%, 15%, 30%, dan 45% berturutturut adalah 31,0675 MPa; 30,5792 MPa; 14,1484 MPa; dan 4,9043 MPa. Berat jenis yang didapat pada variasi foam 30% dan 45% termasuk dalam beton ringan yaitu 1795,687 Kg/cm3 dan 1594,692 Kg/cm3. Modulus elastisitas yang didapat dari hasil penelitian berbanding lurus dengan kuat tekan beton, yaitu semakin menurun untuk tiap penambahan volume foam.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: beton foam, foaming agent, genting merah, kuat tekan, modulus elastisitas, kadar penyerapan
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 01 Jul 2016 09:23
Last Modified: 01 Jul 2016 09:23
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9831

Actions (login required)

View Item View Item