KELAS SOSIAL, TINGKAH LAKU KONSUMSI DAN IDENTITAS (Studi Kasus Deskriptif Terhadap Tingkah Laku Konsumsi Kelas Menengah di Yogyakarta)

Yogiswara, A.A. Aditiya (2006) KELAS SOSIAL, TINGKAH LAKU KONSUMSI DAN IDENTITAS (Studi Kasus Deskriptif Terhadap Tingkah Laku Konsumsi Kelas Menengah di Yogyakarta). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
0SOS01809.pdf

Download (342Kb)
[img] Text (BAB I)
1SOS01809.pdf

Download (599Kb)
[img] Text (BAB II)
2SOS01809.pdf
Restricted to Registered users only

Download (602Kb)
[img] Text (BAB III)
3SOS01809.pdf
Restricted to Registered users only

Download (507Kb)
[img] Text (BAB IV)
4SOS01809.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2207Kb)
[img] Text (BAB V)
5SOS01809.pdf

Download (1934Kb)

Abstract

Respresentasi tingkah laku konsumsi telah ada dan dilihat kasat mata pada wilayah Yogyakarta sejak awal berdirinya keraton dan terealisasi dalam berbagai atribut keraton, seperti busana, upacara-upacara, dan atribut lainnya. Dalam perkembangannya, semakin kuatnya dominasi kapitalisme yang terepresentasi dalam industri dan media yang memberikan informasi dan sarana yang menunjang representasi gaya hidup tertentu bagi masyarakat, sekaligus memberi warna tersendiri bagi sosialisasi gaya hidup konsumtif, khususnya bagi masyarakat Yogyakarta. Sosialisasi yang bersifat terus-menerus yang ditunjang dengan adanya sarana dan prasarana untuk merepresentasikan gaya hidup yang modern dalam masyarakat, bukanlah tidak mungkin akan memiliki dampak yang cukup besar dalam tingkah laku konsumsi masyarakat, khususnya bagi kelas yang dapat mengakses dan mengkonsumsi gaya hidup modern tersebut, seperti oleh kelas atas dan kelas menengah. Sehingga menarik untuk melihat apakah terdapat hubungan antara tingkah laku konsumsi dengan pembentukan kelas menengah di Yogyakarta, dan bagaimana kelas mengah di Yogyakarta mengkonstruksikan identitas melalui tingkah laku konsumsi. Teori yang digunakn untuk menguraikan permasalahan penelitian ini ialah teori kelas sosial yang dikemukakan oleh Pierre Bourdieu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah menggabungkan antara metode survei dengan metode kualitatif. Subyek penelitian ini adalah masyarakat yang berada dalam tujuh wilayah pemukiman, yaitu Jagalan ledoksari, Suryoputran, dan lima perumahan di Yogyakarta, antara lain Jogja Regency, Casa Grande, Tirtasani, Candi Sari, dan Taman Cemara. Proses analisis data dilakukan dalam tiga tahap, meliputi tahap pertama, reduksi data survei yang meliputi tahap koding, entry data, dan dekriptif data, tahap kedua, reduksi data kualitatif yang meliputi wawancara, klasifikasi data dan catatan lapangan, dan tahap ketiga, menggabungkan berbagai arsip, seperti dari media internet, majalah basis, buku-buku literatur, dan koran. Sedangkan lokasi penelitian dapat dikatakan menyebar pada beberapa tempat di wilayah yogyakarta yang disesuiakan dengan letak tujuh pemukiman yang menjadikan sebagai wilayah penelitian. Dinamika perubahan sosial dan pergesaran ruang sosial yang tersosialisasi dalam masyarakat Yogyakarta sejak awal berdirinya keraton dan perkembangan hingga saat ini, secara tidak langsung berdampak pada perubahan struktur kelas dalam masyarakat Yogyakarta dan membentuk suatu tipologi yang membagi kelas menengah menjadi dua, yaitu kelas menengah atas dan kelas menengah bawah. Keadaan yang membedakan kedua kelompok ini adalah berdasarlam kekuatan strategi reproduksi, yaitu strategi pewarisan, strategi pendidikan, dan ditunjang pula oleh besar dan akumulasi kepemilikan struktur modal kelas tersebut. Salah satu Indikator yang dapat menggambarkan keadaan tersebut adalah dari pekerjaan, di mana akan lebih dapat memperlihatkan besar dan akumulasi kepemilikan modalnya. Masing-masing kelas memiliki representasi dalam selera konsumsi yang berbeda-beda dan secara tidak langsung menunjukkan suatu bentuk kekuatan disposisi dengan pendekatan representasi tiga struktural konsumsi yang diutarakan oleh Bourdieu. Representasi selera dalam tingkah laku konsumsi antara kelas menengan atas dan bawah Yogyakarta sama-sama menunjukkan kehendak budaya yang baik yang juga merupakan salah satu karakteristik kelas menengah. Keadaan yang membedakan mereka dalam representasi selera dengan pendekatan terhadap tiga struktur konsumsi pada kelas menengah atas dan bawah Yogyakarta adalah cenderung tampak pada intensitas dalam melakukan kegiatan konsumsi dan mepertaruhkan akumulasi struktur modal yang dimiliki untuk mendapatkan dalam penelitian adalah masih terlihat berlakunya ideologi patriarki dalam tingkah laku konsumsi kelas menengah di Yogyakarta di mana keadaaan tersebut merupakan tranformasi dari spirit etika priayi. Dengan demikian, secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa selera dalam tingkah laku konsumsi benda-benda simbolis dan aktivitas yang ditunjukkan oleh kedua tingkatan kelas menengah di Yogyakarta saat ini berada dalam satu lingkup dominasi gender yang berpusat pada maskulinitas kaum pria yang juga dipahami sebagai transformasi spirit etika priayi yang condong pada bentuk kekuasaan dominasi maskulinitas.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Sosiologi > Business
Divisions: Fakultas ISIP > Sosiologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 19 Jul 2016 12:35
Last Modified: 19 Jul 2016 12:35
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9893

Actions (login required)

View Item View Item