ISOLASI DAN UJI KEMAMPUAN BAKTERI INDIGENUS DALAM PERBAIKAN KUALITAS LIMBAH DOMESTIK

Leonardo, (2016) ISOLASI DAN UJI KEMAMPUAN BAKTERI INDIGENUS DALAM PERBAIKAN KUALITAS LIMBAH DOMESTIK. . pp. 1-15.

[img] Text
JURNALBL01267.pdf

Download (345kB)

Abstract

Aktivitas manusia yang semakin beragam di berbagai sektor sekarang ini sehingga menimbulkan dampak positif dan dampak negatif, salah satu dampak negatif dari aktivitas manusia adalah terbentuknya limbah. Limbah cair domestik merupakan hasil buangan dari perumahan, bangunan, perdagangan, perkantoran, dan sarana lain sejenisnya. Prinsip pengolahan limbah secara biologi adalah pemanfaatan aktivitas mikroorganisme seperti bakteri, fungi, dan protozoa. Mikroorganisme tersebut merombak limbah organik menjadi senyawa organik sederhana dan mengkonversinya menjadi gas karbondioksida (CO2), air (H2O), dan energi untuk pertumbuhan serta reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri indigenus limbah cair domestik instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan mencari formula variasi penambahan bakteri indigenus yang paling efektif dalam pengolahan limbah. Bakteri indigenus yang didapatkan ada 3 jenis bakteri, yang masing-masing dinamakan bakteri PLD (Pendegradasi Limbah Domestik). Bakteri PLD A menyerupai genus Bacillus, bakteri PLD B menyerupai genus Streptococus, dan bakteri PLD C menyerupai genus Pseudomonas. Berdasarkan bakteri yang telah ditemukan dibuat formula yang akan digunakan dalam uji degradasi limbah, yaitu formula I, formula II, formula III dan formula IV. Kontrol untuk uji degradasi dibuat tanpa adanya penambahan bakteri pendegradasi. Hasil yang didapat setelah 6 hari uji degradasi limbah cair domestik adalah seluruh variasi formula juga perlakuan kontrol dapat melakukan remediasi limbah cair domestik, hanya saja memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Formula campuran bakteri yang dianggap memiliki kemampuan paling efektif dalam mendegradasi limbah domestik adalah formula II dan formula IV. Formula II mampu menurunkan konsentrasi minyak dan lemak sebesar 68,75%, sedangkan formula IV mampu menurunkan konsentrasi oksigen biologis sebesar 37,05% dan mampu menurunkan konsentrasi padatan tersuspensi total sebesar 76,09%.

Item Type: Article
Subjects: Teknobiologi > Tekno Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 19 Sep 2016 10:57
Last Modified: 19 Sep 2016 10:57
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/10356

Actions (login required)

View Item View Item