KELIMPAHAN DAN POLA PENYEBARAN BULU BABI (ECHINOIDEA) DI EKOSISTEM TERUMBU KARANG PANTAI PASIR PUTIH, SITUBONDO

Somma, Andi (2016) KELIMPAHAN DAN POLA PENYEBARAN BULU BABI (ECHINOIDEA) DI EKOSISTEM TERUMBU KARANG PANTAI PASIR PUTIH, SITUBONDO. . pp. 1-12.

[img] Text
JURNALBL01286.pdf

Download (892kB)

Abstract

Penelitian tentang kelimpahan ikan, moluska dan bentos pada daerah terumbu karang sudah banyak dilakukan, tetapi dalam kenyataannya belum banyak yang meneliti tentang kelimpahan dan pola penyebaran bulu babi seperti di Pantai Pasir Putih, Situbondo. Pantai Pasir Putih di Situbondo merupakan salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur. Keadaan ini mampu mengganggu daya dukung lingkungan terhadap organisme laut seperti bulu babi. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis, kelimpahan dan pola penyebaran bulu babi di ekosistem terumbu karang perairan Pantai Pasir Putih, Situbondo. Penelitian ini dilakukan pada tiga stasiun yang mewakili daerah Pantai Pasir Putih, Situbondo yaitu: Watu Lawang sebagai stasiun 1, Karang Mayit – Teluk Pelita sebagai stasiun 2 dan Watu Pon – Pon sebagai stasiun 3. Pengambilan data menggunakan metode transek kuadrat. Setiap stasiun memiliki lima transek dengan panjang dan jarak antar transek 100 m. Bidang observasi sepanjang transek menggunakan petak ukur dengan luas 1 m2. Selanjutnya kelimpahan dan pola penyebaran dicari menggunakan data bulu babi yang ditemukan. Bulu babi yang diperoleh dari penelitian ini adalah Diadema setosum, Echinothrix calamaris duri putih dan Echinothrix calamaris duri coklat belang. Telah di temukan pada stasiun 1, D. setosum merupakan spesies yang melimpah dengan densitas 0,10 ind/m2, kelimpahan relatif 60,976% dan pola penyebaran seragam, sedangkan E. calamaris duri putih dan E. calamaris duri coklat belang memiliki densitas secara berturut turut sebesar 0,04 ind/m2 dan 0,03 ind/m2, kelimpahan relatif secara berturut turut sebesar 23,171% dan 15,854% serta pola penyebaran keduanya mengelompok. Stasiun 2, D. setosum juga merupakan spesies yang melimpah dengan densitas 0,11 ind/m2, kelimpahan relatif 69,136% dan pola penyebaran seragam, sedangkan E. calamaris duri putih dan E. calamaris duri coklat belang memiliki densitas secara berturut turut sebesar 0,02 ind/m2 dan 0,03 ind/m2, kelimpahan relatif secara berturut turut sebesar 13,580% dan 17,284% serta pola penyebaran keduanya mengelompok. Stasiun 3, D. setosum juga merupakan spesies yang melimpah dengan densitas 0,07 ind/m2, kelimpahan relatif 45,333% dan pola penyebaran seragam, sedangkan E. calamaris duri putih dan E. calamaris duri coklat belang memiliki densitas secara berturut turut sebesar 0,04 ind/m2 dan 0,04 ind/m2, kelimpahan relatif secara berturut turut sebesar 25,333% dan 29,333% serta pola penyebaran keduanya mengelompok.

Item Type: Article
Subjects: Teknobiologi > Tekno Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 21 Sep 2016 09:01
Last Modified: 21 Sep 2016 09:01
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/10373

Actions (login required)

View Item View Item