KEANEKARAGAMAN GENETIK KOPI ROBUSTA (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) PENANDA DNA RAPD

Kinanti, Regine Archadia (2018) KEANEKARAGAMAN GENETIK KOPI ROBUSTA (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) PENANDA DNA RAPD. S1 thesis, UAJY.

[img]
Preview
Text (HALAMAN AWAL)
BL014790.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BL014791.pdf

Download (151kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB II)
BL014792.pdf

Download (369kB) | Preview
[img] Text (BAB III)
BL014793.pdf
Restricted to Registered users only

Download (293kB)
[img] Text (BAB IV)
BL014794.pdf
Restricted to Registered users only

Download (516kB)
[img]
Preview
Text (BBA V)
BL014795.pdf

Download (796kB) | Preview

Abstract

Tanaman kopi (Coffea spp.) merupakan tanaman yang sudah ada di Indonesia sejak masa tanam paksa oleh Pemerintahan Hindia – Belanda tahun 1816-1830. Kopi kemudian menyebar di seluruh penjuru Indonesia terutama di Jawa. Kopi hidup pada ketinggian tertentu dan memiliki kekhasan rasa yang beragam tergantung tanaman penaung yang ada. Keanekaragaman genetik kopi dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sehingga filogeografi populasi kopi yang terpisah secara geografis dapat dianalisis.Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan keanekaragaman genetik kopi yang ditanam di Gunung Lawu yang termasuk dalam Propinsi Jawa Timur, Kemuning yang termasuk dalam Propinsi Jawa Tengah dan Turgo yang termasuk dalam Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan bagaimana filogeografi (hubungan kekerabatan) antar kopi tersebut. Sampel yang digunakan sebanyak 30 daun kopi robusta yang diperoleh dari Gunung Lawu, Kemuning dan Turgo. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, ekstraksi DNA dengan CTAB, kuantifikasi DNA, visualisasi DNA, amplifikasi DNA, elektroforesis dan analisis data. Marka yang digunakan dalam PCR adalah OPI-07, OPM-04, OPL-18, DAN OPA-11. Pita DNA yang dihasilkan selanjutnya diskoring dan dianalisis menggunakan aplikasi POPGENE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman kopi robusta adalah tinggi dengan rata – rata persen polimorfik 58,35 dengan jumlah rata – rata pita 9 berdasarkan skoring. Primer yang paling efektif adalah OPI 07. Kekerabatan antara kopi robusta Lawu dan Kemuning memiliki jarak yang lebih dekat dibandingkan dengan kopi Turgo.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 28 Feb 2019 04:44
Last Modified: 28 Feb 2019 04:44
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/17179

Actions (login required)

View Item View Item