PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK KACA SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON

SUDJATI, JOHANES JANUAR and YULIYANTI, TRI and ., RIKARDUS PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK KACA SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON. [Research]

[img] Text (Penelitian Teknik Sipil)
TS53201.pdf
Restricted to Registered users only

Download (485kB)

Abstract

Limbah yang dihasilkan dari suatu proses produksi dapat berupa limbah padat maupun cair. Limbah tersebut ada yang dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang berguna, tetapi ada pula limbah yang dibuang secara sembarangan ke tempat-tempat pembuangan sehingga menimbulkan potensi pencemaran lingkungan. Salah satu limbah adalah serbuk kaca bevel yang biasanya dibuang langsung di tanah maupun di sungai dalam jumlah yang cukup banyak. Hal ini tentu saja menyebabkan pencemaran lingkungan, baik pencemaran pada tanah maupun air secara tidak langsung serta mengganggu ekosistem yang ada. Salah satu upaya untuk mengurangi volume limbah serbuk kaca bevel yang dibuang adalah dengan memanfaatkannya sebagai salah satu bahan penyusun campuran beton. Dalam penelitian ini digunakan benda uji berbentuk silinder dengan ukuran tinggi 300 mm dan diameter 150 mm untuk uji kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat tarik belah, dan balok dengan ukuran lebar 100 mm, tinggi 100 mm dan panjang 500 mm untuk uji kuat lentur. Campuran beton dibuat dengan dua nilai faktor air semen yaitu faktor air semen 0,57 dan faktor air semen 0,46. Adukan beton dengan fas 0,46 diberi bahan tambah Sikament LN untuk menjaga tingkat workability adukan beton. Pengujian yang dilakukan meliputi: uji kuat tekan beton dan modulus elastisitas, uji kuat tarik belah dan uji kuat lentur yang dilakukan saat benda uji berumur 28 hari. Dari hasil pengujian diperoleh hasil bahwa kuat tekan beton dengan fas 0,46 meningkat rata-rata 21,13% dibanding kuat tekan beton dengan fas 0,57. Modulus elastisitas beton dengan fas 0,46 meningkat rata-rata 9,09% dibanding modulus elastisitas beton dengan fas 0,57. Kuat tarik belah beton dengan fas 0,46 mengalami peningkatan sebesar rata-rata 14,02% dibanding kuat tarik belah beton dengan fas 0,57. Kuat lentur beton dengan fas 0,46 meningkat rata-rata 19,35% dibanding kuat lentur beton dengan fas 0,57. Beton dengan serbuk kaca 10% dan 20% dan faktor air semen 0,46 masih memiliki kuat tekan di atas 20 MPa sehingga masih dapat digunakan untuk struktur bangunan.

Item Type: Research
Subjects: Sipil > Manajemen Konstruksi
Sipil > Manajemen Konstruksi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 28 Nov 2013 08:01
Last Modified: 12 Mar 2015 09:19
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/4448

Actions (login required)

View Item View Item