PERSISTENSI POLA DAN TIPE JALAN DI KAMPUNG DALEM SUATU ANALISIS TIPO MORFOLOGI DALAM KONTEKS PERTEMUAN ANTARA ASPEK MODERN DAN TRADISIONAL PADA KAMPUNG-KAMPUNG DI YOGYAKARTA

Setiadi, Amos (2006) PERSISTENSI POLA DAN TIPE JALAN DI KAMPUNG DALEM SUATU ANALISIS TIPO MORFOLOGI DALAM KONTEKS PERTEMUAN ANTARA ASPEK MODERN DAN TRADISIONAL PADA KAMPUNG-KAMPUNG DI YOGYAKARTA. Phd thesis, UAJY.

[img] Text (PERSISTENSI POLA DAN TIPE JALAN DI KAMPUNG DALEM SUATU ANALISIS TIPO MORFOLOGI DALAM KONTEKS PERTEMUAN ANTARA ASPEK MODERN DAN TRADISIONAL PADA KAMPUNG-KAMPUNG DI YOGYAKARTA)
TA97606.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

Dalam konteks negara dunia ketiga, modernitas lebih banyak dipengaruhi oleh faktor global. Di Asia Tenggara, abad XIX merupakan periode peralihan dari zaman tmdisional ke zaman modem. Kota tidak terlepas dari fenomena modernitas. Hal ini juga didukung oleh karakter kota yang terbuka terhadap pengaruh global. Kampung kota merupakan fenomena lokal kota-kota dunia ketiga. Keberadaan kampung kota di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari hubungan dengan kota dan sejarah pembentukannya. Dalam sejarah kota Yogyakarta, dikenal kampung kota yang mempunyai hubungan langsung dengan kraton melalui keberadaan para sentana (pangeran, kerabat kraton). Masuknya aspek modern ke dalam kampung dalem berlangsung sejak abad XIX. Pembangunan stasiun dan jalan kereta api pada tahun 1887 membelah kampung dalem, merupakan fenomena masuknya salah satu aspek modern yang bersifat kontradiksi. Namun demikian, peristiwa tersebut mendorong berkembangnya kegiatan pariwisata di kampung dalem. Perkembangan kegiatan pariwisata diikuti oleh perubahan di kampung dalem dan sekitarnya hingga saat ini. Kombinasi antara aspek modem dan 1Tadisional terlihat dominan di blok Sosrowijayan dan semakin berkurang ke arab selatan (blok Jogonegaran dan Pajeksan). Gejala perubahan fungsi tempat tinggal menjadi fungsi kedua dan fungsi yang berhubungan dengan kegiatan pariwisata menjadi flmgsi pertama pada sebagian besar bangunan menimbulkan dugaan. adanya mekanisme sintesis dalam hubungan antara aspek modern dan tradisional di kampung dalem. Penelitian ini bertujuan memahami pola dan bentuk jalan di kampung Sosrowijayan, Sosrodipuran, Jogonegaran dan Pajeksan. Untuk mencapai tujuan ini akan dilakukan serangkaian langkah-langkah meliputi: 1) membangun pendekatan (teoritis) untuk memahami pola dan tipe dalam arsitektur, 2) menerapkan pendekatan tersebut ke dalam analisis untuk menemukenali faktor-faktor yang mempengaruhi pola dan tipe jalan di kampung dalem, 3) merefleksikan pada pandangan hidup, nilainilai dan norma-norma (budaya) dalam masyarakat Jawa untuk mengungkap aspek tradisional yang tetap bet1ahan. Pendekatan yang dipergunakan untuk membaea tipe dalam arsitektur adalah pendekatan Tipo Morfologi. Pembaeaan tipe selanjut11ya direfleksikan pada pandangan hidup, nilai-nilai dan norma dalam masyarakat Jawa untuk mengungkap aspek tradisional yang mempengaruhi bentuk. Telaah yang dilakukan mengungkap kembali tipe jalan gledegan, lurung, regal, dan gang saduluran. Temuan penting pada stlidi ini adalah: 1) pola dan tipe jalan gledegan dipengaruhi oleh orientasi bangunan dalem dan posisi margi ageng terhadap dalem, 2) aspek tradisional yang masih dikenal namun tidak dominan digunakan yaitu orientasi utara selatan (lor-kidul) pada bangunan pelingkup jalan, 3) aspek tradisional yang masih dikenal dan digunakan tidak sama dengan arti semula yaitu liyu pada arsitektur gerbang, 4) aspek tradisional yang masih dikenal dan digunakan sesuai dengan arti semula yaitu tepa salira dalam penggunaan jalan (inhabitasi ruang jalan), 5) terdapat perubahan pada tema yang mendasari tissue yaitu fungsi prosesi pisowanan suwito dalem yang semula merupakan tema jalinan jalan gledegan, saat ini tidak lagi digunakan dan flmgsi sirkulasi menjadi fungsi utama. Jika direfleksikan terhadap sebutan dalam masyarakat Jawa dapat dibagi dalam dua kategori gejala kombinasi dan perubahan yaitu sesulih, terjaeli pada bangunan pelingkup jalan yang mengalami perubahan total, dan malih pada bangunan pelingkup jalan yang mengalami kombinasi warna dan ragam hias, tampak, fungsi, dan orientasi bangunan. Kombinasi pada bangunan pelingkup jalan menunjukkan preferensi penghuni yang menganggap bahwa bangunan semula kurang atau tidak mampu mengakomodasi kebutuhan mereka. Setidaknya ada tiga kontribusi yang dapat disumbangkan oleh studi ini, 1) pengkayaaan perbendaharaan teori arsitektur lokal melalui mengungkap kembali aspek-aspek tradisional yang masih bertahan dalam arsitektur di kampung dalem, dan kontribusi pada metodologi arsitektur melalui reileksi analisis tipologi terhadap analisis budaya (anthropologi), 2) saran untuk pemberdayaan masyarakat Jawa di kampung dalem melalui menjaga karya-karya arsitektur tradisional yang memberi eiri bagi kampung dalem berupa jalan-jalan tradisional (tipe dan inhabitasi jalan tradisional), serta 3) masukan untuk penentu kebijakan. lll

Item Type: Thesis (Phd)
Subjects: Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 06 Nov 2014 13:05
Last Modified: 07 Jul 2015 09:41
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/6241

Actions (login required)

View Item View Item