MASALAH KOORDINASI DALAM PROSES PRODUKSI DI PT. CARTONINDUS SUMBER JAYA : TINJAUAN KOORDINASI FORMAL DAN INFORMAL

Gumilar, Pramudya Panji (2011) MASALAH KOORDINASI DALAM PROSES PRODUKSI DI PT. CARTONINDUS SUMBER JAYA : TINJAUAN KOORDINASI FORMAL DAN INFORMAL. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0SOS02889.pdf

Download (1175Kb)
[img] Text (Bab I)
1SOS02889.pdf

Download (116Kb)
[img] Text (Bab II)
2SOS02889.pdf

Download (103Kb)
[img] Text (Bab III)
3SOS02889.pdf
Restricted to Registered users only

Download (136Kb)
[img] Text (Bab IV)
4SOS02889.pdf

Download (219Kb)

Abstract

Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan yang timbul dalam koordinasi proses produksi di PT. Cantonindus Sumber Jaya, dan mengapa permasalahan itu timbul? Metode yang dipergunakan adalah dekskriptif kualitatif. Dalam KTI ini, koordinasi dalam suatu organisasi perusahaan dilihat sebagai suatu proses interaksi sosial, dengan perspektif koordinasi formal maupun informal. Interaksi sosial yang dimaksud adalah aktivitas kerja di mana individu dan kelompok berada dalam suatu rangkaian yang berhubungan dengan berbagai macam kondisi dan situasi pekerjaan mereka. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam KTI ini deskripsi akan dimulai dengan uraian tentang koordinasi formal berdasarkan pendekatan konteks fungsional vertikal yang diterapkan oleh menejemen PT. Cartonindus Sumber Jaya. Berangkat dari deskripsi itu, penulis akan memaparkan masalah-masalah yang terjadi sebagai implikasi dari penerapan model koordinasi tersebut. Bahasan selanjutnya adalah tentang mengapa masalah-masalah yang telah dipaparkan sebelumnya terjadi di perusahaan tersebut. Dalam bahasan ini penulis akan mempergunakan baik perspektif koordinasi formal maupun koordinasi informal. Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh melalui wawancara, dapat diketahui bahwa pendekatan fungsional vertikal yang diterapkan dalam proses koordinasi formal di PT. Cartonindus Sumber Jaya telah menimbulkan masalah pada aliran kerja dan permasalahan saluran koordinasi formal dalam rantai komando, sehingga pada akhirnya sering menyebabkan terjadinya kesalahan dalam jumlah produksi serta pengiriman barang. Penyebab permasalahan pada PT. Cartonindus Sumber Jaya adalah koordinasi yang diterapkan dengan kemasan formal dengan menggunakan pendekatan fungsional vertikal dalam organisasi yang terspesialisasi. Penekanan pada spesialisasi kerja yang terlalu kaku mengikuti model koordiansi formal, menyebabkan dinding pemisah yang menghalangi interaksi antar pegawai dari unit-unit yang berlainan. Hal ini menyebabkan koordinasi antar fungsi-fungsi yang ada tidak bisa berjalan dengan baik, demikian pula aliran komunikasi antar unit kerja menjadi terbatasi, dan dengan begitu menghasilkan respon yang lambat terhadap masalah dan perubahan situasi yang bersifat mendadak dan perlu segera ditangani bersama-sama. Analisis data menunjukkan bahwa koordinasi formal saja tidak cukup, untuk mengkoordinasikan kerja di suatu perusahaan. Diperlukan juga koordinasi informal sebagai bentuk koordinasi organisasi secara keseluruhan. Penulis melihat model koordinasi informal sebagai solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan yang timbul sebagai implikasi dari kelemahan penerapan koordinasi formal.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: koordinasi formal, koordinasi informal, pendekatan fungsional vertikal
Subjects: Sosiologi > Business
Divisions: Fakultas ISIP > Sosiologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 08 May 2013 11:45
Last Modified: 08 May 2013 11:45
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/1322

Actions (login required)

View Item View Item