Kebijakan Redaksional Media Pada Isu Kemerdekaan Papua (Studi Deksriptif Kualitatif Kebijakan Redaksi Satuharapan.com atas Isu Kemerdekaan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia

WIJAYA, ARYANTO (2016) Kebijakan Redaksional Media Pada Isu Kemerdekaan Papua (Studi Deksriptif Kualitatif Kebijakan Redaksi Satuharapan.com atas Isu Kemerdekaan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (KOM04680)
KOM04680.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan serta proses penyusunan kebijakan redaksi Satuharapan.com terkait dengan isu kemerdekaan Papua. Metode yang digunakan peneliti adalah studi deksriptif kualitatif untuk menggali tentang kebijakan redaksi. Peneliti mendapatkan data dari hasil wawancara mendalam dengan tiga orang narasumber pada 28-29 Juni 2016 di Jakarta. Narasumber pertama adalah Sabar Subekti selaku pimpinan redaksi, kedua adalah Eben Ezer Siandari selaku editor dan Melky Pangaribuan selaku reporter di Satuharapan.com Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satuharapan.com adalah media publik yang dikelola oleh kalangan Kristen namun tetap menerapkan kebijakan redaksi yang sekuler. Latar belakang Satuharapan.com yang Kristen mempermudah akses kepada gereja lokal Papua. Kebijakan redaksi dibentuk secara sederhana lewat tahapan rapat redaksi, diskusi, peliputan berita, cek dan ricek, penayangan berita dan evaluasi. Rapat redaksi digelar setiap dua minggu sekali untuk membahas rencana serta sikap yang harus diambil oleh Satuharapan.com. Sebagai sebuah media online, Satuharapan.com menerapkan kebijakan redaksi yang dianggap sebagai keunggulan. Pertama, ketepatan lebih diutamakan ketimbang kecepatan. Kedua, adalah disiplin verifikasi. Setiap reporter Satuharapan.com tidak diizinkan mengupload berita yang ditulisnya tanpa dicek dahulu oleh editor. Ketiga, tidak boleh ada berita sensasional. Keempat, reporter diwajibkan untuk cover multi sides. Kelima, berita-berita yang ditulis oleh Satuharapan.com tidak boleh mengandung unsur provokatif. Satuharapan.com tidak memiliki kontributor atau reporter yang berlokasi di wilayah Papua. Kelima kebijakan tersebut lahir dari pandangan Satuharapan.com yang menganggap Papua sebagai isu yang penting. Bagi Satuharapan.com, Papua adalah bagian dari Indonesia yang termarjinalkan sehingga perlu disuarakan haknya. Satuharapan.com memposisikan dirinya bukan sebagai pendukung kemerdekaan Papua, juga bukan sebagai pendukung Indonesia, melainkan sebagai media edukatif yang berupaya agar pemerintah dapat mewujudkan rencana dialog antara Jakarta dan Papua.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Papua, Indonesia, Kebijakan Redaksi, Media Online
Subjects: Komunikasi > Kajian Media
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 02 Jan 2018 08:19
Last Modified: 02 Jan 2018 08:19
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/13305

Actions (login required)

View Item View Item